Wagub Jabar dan Sekjend KLHK RI Hadiri Cleanup Day,

Pejabat Pemkot Bekasi Kurang Respon

541

BEKASI, (Garudanews.id) – World Cleanup Day lndonesia berkolaborasi dengan Rinso dalam aksi bersih-bersih terbesar di dunia. Aksi tersebut juga bertujuan mengajak serta masyarakat untuk mulai bijak plastik demi menjaga alam Indonesia agar tetap bersih. Acara perayaan World Cleanup Day Indonesia yang mengangkat tema ”Cleanup for Peaceful indonesia” dipusatkan di Hutan Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (21/09).

Veronica Utami, Direktur Home Care Unilever Indonesia dan Dirt is Good SEA-ANZ, mengatakan bahwa sebagai brand yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia selama 20 tahun, Rinso memiliki pu rpose (tujuan mulia) untuk mendorong orang tua agar anak-anak mereka dapat bermain di luar ruangan tanpa takut kotor.

“Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa adanya permasalahan sampah, antara lain sampah plastik, membuat alam, tempat bermain anak menjadi tidak nyaman. Untuk itu, Rinso ingin menjadi bagian dari upaya menggerakkan masyarakat untuk bersama menjaga alam Indonesia agar bersih dan tidak dicemari sampah, salah satu nya melalui kolaborasi dengan World Cleanup Day lndonesia,” katanya

Kolaborasi antara Rinso dan World Cleanup Day Indonesia didasari atas kesamaan visi untuk menciptakan alam Indonesia yang bersih melalui penanganan sampah yang baik. Tema acara World Cleanup Day lndonesia tahun ini, yaitu ”Cleanup for Peaceful Indonesia” sangat sejalan dengan upaya Rinso yang ingin menciptakan alam yang bersih bagi anak-anak Indonesia agar mereka bisa belajar, bereksplorasi dengan leluasa karena hal ini baik untuk tumbuh kembang dan masa depan mereka.

Dengan semangat kolaborasi ini, Rinso dan World Cleanup Day Indonesia juga berkolaborasi dengan Qlue melalui https://petakansampahmu.q|ue.id/ yang memetakan lokasi-lokasi pembuangan sampah terutama yang ilegal sehingga kita dapat menciptakan alam yang bersih dan dapat memberikan ruang bermain lebih baik bagi anak Indonesia. Sejak Mei 2019, platform OJue telah menerima hasil pemetaan lebih dari 12 ribu titik sampah. Selain itu Smash yang membantu memberikan informasi lokasi Bank Sampah sehingga masyarakat dapat mengetahui lokasi Bank Sampah ma na yang dekat dengan lokasi mereka berada. Berbagai informasi seputar kegiatan dalam kampanye Yuk Mulai Bijak Plastik ini juga dapat diakses melalui website yukmulaibijakplastik.com.

“Kami sangat percaya bahwa upaya kolaboratiflah yang akan mampu membantu mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Untuk itu, yuk bersama Mulai Bijak Plastik sehingga kita bisa memiliki alam yang bersih dan lestari, alam yang bisa dijadikan tempat bermain dan belajar yang layak bagi anak-anak Indonesia,” tambahnya Utami.

Tahun ini World Cleanup Day lndonesia terasa lebih spesial, karena tahun ini perayaan yang diselenggarakan di Hutan Kota Bekasi dipimpin oleh empat Anak Indonesia Bijak Plastik yang sangat inspiratif, mereka adalah para changemakers yang telah menunjukan semangat dan hasil nyata dalam penanganan sampah di lingkungan mereka. Keempat anak ini adalah Kinara dari Yogyakarta, Mutiara Alyzza Bilqis dari Surabaya, Kadek Roby dan I Kadek Bayu Saputra dari Bali.

Tahun 2018 yang lalu World Cleanup Day Indonesia berhasil dalam memobilisasi 7,6 juta relawan dan membawa Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi Cleanup terbesar di dunia, tahun ini World Cleanup Day Indonesia menargetkan 13 juta masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 157 negara.

Agustina Iskandar, Leader World Cleanup Day lndonesia, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Rinso yang ikut membantu dalam menggerakan dan memobilisasi masyarakat untuk sama-sama peduli agar lndonesia bersih dari sampah.

“Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi kita dapat membawa dampak yangjauh lebih besar untuk perubahan,” ujarnya

Tahun ini World Cleanup Day lndonesia menargetkan 50% sampah yang terkumpul dari aksi bersih-bersih ini bisa dikelola melalui jaringan Bank Sampah atau melalui perusahaan daur ulang. Selain itu tahun ini World Cleanup Day juga menargetkan beberapa hal lainnya, seperti melakukan pemetaan 1.500 titik sampah ilegal di 34 provinsi di lndonesia, pilot/ng 10 Island Projects yang membantu penanganan sampah di pulau-pulau di Indonesia, aksi-aksi berkelanjutan yang melibatkan 13 isu rekomendasi bebas sampah yang dilaksanakan di 34 provinsi, serta penandatanganan petisi dari melawan World Cleanup Day Indonesia dalam petisi Aspirasi Bebas Sampah yang diharapkan dapat mencapai 100.000 petisi dan disampaikan kepada Presiden lndonesia sebagai komitmen penegakan hukum persampahan di lndonesia.

Selain itu, dalam perayaan ini Rinso juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah binaan Yayasan Unilever Indonesia, sebanyak lebih dari 8.000 sekolah telah menerima edukasi mengenai pemilahan sampah di rumah dan di sekolah. Selain itu, dalam perayaan ini Rinso juga mengumumkan 10 pemenang kompetisi Sekolah Bijak Plastik yang berasal dari berbagai kota dan provinsi, mereka adalah SDN 064035 Medan, UPT SDN 53 Malilin, SDN Cipinang Besar Selatan 03, SD Sekar Pelangi Balikpapan, SDN Cikande 1 Tangerang, SD Islam De Green Tanjung Pinang, SDN 1 Karanganyar-Trenggalek, SDN 5 Teluk Pumokerto, SD Alam Lampung dan SMPN 39 Bandung. Sekolah-sekolah ini terpilih atas kreatifitas dan inisiatifnya dalam langkah bijak plastik dan pengelolaan sampah.

Hal yang juga spesial dari kegiatan World Cleanup Day tahun ini selain menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi, Unilever juga turut menggerakkan ribuan relawan yang merupakan karyawan dan karyawati Unilever yang tersebar di 34 area di lndonesia untuk juga melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekitar. Semakin banyak pihak yang terlibat, Rinso dan World Cleanup Day berharap akan semakin banyak masyarakat yang juga memiliki semangat untuk menjaga alam Indonesia, termasuk juga semangat untuk bisa lebih bijak dalam menggunakan dan memilih produk yang bijak plastik serta semangat dalam mengelola sampah plastik dengan cara melakukan pilah sampah dari tataran rumah tangga.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum menuturkan bahwa permasalahan sampah sudah menjadi permasalahan untuk semua masyakakat. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.

“Masalah sampah terus menjadi permasalahan kita, bukan hanya menjadi permasalahan pemerintah, namun juga permasalahan masyarakat. Untuk itu saya mengapresiasi kegiatan kali ini, dan juga kegiatan kali ini bukan hanya mengajak kepada masyarakat untuk peduli sampah, tapi kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pengolahan sampah,” kata UU.

Ditambahkan Wagub bahwa Jawa Barat juga sudah melalukan berbagai upaya penanganan sampah yang salah satunya ialah program Citarum Harum yang TNI sebagai Satgas Cutarum Harum.

“Jawa barat selalu peduli dengan penanganan sampah, dan masyarakat selalu dituntut untuk melaksanakan apa yang menjadi harapan kita,  kemudian melahirkan dan bekerjasama dengan bank-bank sampah, kita juga telah bekerjasama dengan pemerintah Inggris dalam pengolahan sampah terutama sampah plastik,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, nampak juga Sekjend Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Bambang Hendroyono, namun tidak nampak pejabat pemerintah kota Bekasi yang hadir. Baik walikota Bekasi maupun Wakil Walikota Bekasi yang dijadwalkan hadir tak kunjung tiba hingga kegiatan tersebut selesai, hanya nampak perwakilan dari Humas Pemkot Bekasi, Kasubbag Publikasi Eksternal Indah Indri Hapsari.

Dikonfirmasi, Kabag Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiah menjelaskan bahwa pejabat Pemkot Bekasi hadir pada kegiatan serupa di Alun-alun kota Bekasi.

“Kita pada hadir di alun-alun karena ada acara juga disana tadi pagi,” kata Sajekti(Mam)

Anda mungkin juga berminat