Diduga Buntut Tewasnya Dua Mahasiswa, Kapolri Akhirnya Copot Kapolres Kendari

239

JAKARTA (Garudanews.id) – Sikap tegas Kapolri Jenderal Tito Karnavian patut diapresiasi dalam memberikan sanksi kepada anggotanya yang dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Seperti pada Senin (7/10) Kapolri melakukan rotasi jabatan di internalnya. Dalam kesempatan ini, salah satunya adalah, Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi dicopot dari jabatannya.

Pencopotan itu tertuang dalam, surat telegram Kapolri yang diteken Asisten bidang SDM (As SDM) Kapolri Irjen Eko Indra Heri, yang diterbitkan pada hari ini, Senin (7/10/).

Dalam surat telegram bernomor ST/2657/X/KEP./2019, Jabatan Jemi akan diisi oleh Didik AKBP Efrianto yang kini menjabat sebagai Kapolres Wakatobi.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) AKBP Harry Goldenhard membenarkan adanya pencopotan jabatan tersebut.

“Iya benar. Mutasi adalah suatu hal yang wajar dan merupakan proses alami bagi setiap personel Polri,” kata Harry saat dikonfirmasi.

Namun, Harry tidak menyebut secara tegas apabila pencopotan Kapolres Kendari itu terkait dengan adanya kasus dugaan penembakan terhadap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.

“(AKBP Jemi dicopot terkait penembakan Randi?) Nggak-lah, (mutasi) itu proses yang wajar untuk pengembangan karier personel Polri dan berlaku kepada seluruh personel,” ujar Harry.

Seperti diketahui, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi (21) tewas dengan diketemukan luka tembak dibadannya. Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan penyidikan. (Red)

Anda mungkin juga berminat