Diduga Sakit, Seorang Kakek Meninggal Di Rumah Kontrakan

452

BEKASI, (Garudanews.id) – Sesosok pria ditemukan tewas oleh warga di kediamannya. Diduga, mayat tersebut meninggal akibat sakit yang dideritanya. Hal tersebut terlihat dari berbagai surat berobat milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian di Jl.Muchtar Tabrani Kaliabang Nangka Kel.Perwira Kec.Bekasi Utara Kota Bekasi pada Kamis (17/10).

“Tangga kontrakan dan Pemilik Kontrakan mengetok pintu milik korban karena sudah dua hari tidak kelihatan lalu saksi 1 dan saksi 2 membongkar pintu kontrakan milik korban dan dilihat bahwa korban sudah meninggal dunia dan berbau busuk,” ungkap Kassubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Erna Ruswing Andari kepada media.

Lelaki yang diketahui bernama Jarkasih (74) tersebut diketahui berprofesi sebagai pedagang, dan tinggal seorang diri di sebuah kontrakan milik Ismarulloh. Ia ditemukan pada Kamis pagi pukul 08:00 wib oleh tetangga dan pemilik kontrakan yang curiga.

Pemilik kontrakan beserta saksi yang juga tangga korban, kemudian melaporkan temuannya tersebut ke pengurus RT dan Rw yang selanjutnya melaporkan ke Polsek Bekasi Utara. Tidak lama berselang, tim identifikasi dari Polres Metro Bekasi kota datang ke TKP untuk melakukan pemeriksaan.

“Dan saat petugas Polsek Bekasi Utara bersama tim identifikasi Polres Metro Bekasi kota mengindentifikasi korban tidak ada bekas luka atau tindakan kekerasan terhadap korban dan diduga meninggal disebabkan karena sakit,” tambahnya.

Dugaan korban meninggal karena sakit, dikuatkan dengan berbagai surat kontrol berobat atas nama korban, serta selang pembuangan kemih yanh masih menempel pada tubuh korban.

“Di tempat kejadian terdapat surat kontrol sakit dan ditubuh korban terdapat selang terhubung kebadannya untuk tempat kencing kemudian korban dibawa ke RSUD,” pungkasnya.

Setelah melakukan evakuasi korban ke RSUD, kepolisian yang sudah dapat menghubungi keluarga korban, keluarga sepakat bahwa korban tidak perlu di otopsi, dengan membuat surat pernyataan oleh pihak keluarga korban  bahwa otopsi tidak perlu dilakukan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat