Inilah Sikap Politik Gerindra di Pemerintahan Jokowi

214

JAKARTA (Garudanews.id) – Hingga saat ini Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto belum jelas dalam menentukan sikap politiknya, apakah bergabung dalam pemerintahan Jokowi-maruf atau di luar pemerintahan.

Hal tersebut terungkap saat Prabowo memberikan pidato politiknya saat Rapimnas Partai Gerindra 2019 di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10).  Karena dalam pidato tersebut mantan Danjen Kopassus itu tidak menegaskan soal posisi partainya saat ini.

Juru bicaranya Prabowo Sibianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan sikap politik pertama dari Prabowo berkaitan dengan konsepsi besar bidang ekonomi di Indonesia. Konsepsi itu perlu didasari ketahanan pangan, energi, pertahanan, dan keamanan.

“Sikap politik pertama Pak Prabowo sudah menyerahkan konsepsi terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan, energi, pertahanan, dan keamanan yang kuat,” ucap Dahnil.

Mengacu konsepsi tersebut, kata Dahnil, munculah sikap politik kedua bahwa Prabowo mempersilakan konsepsi dipakai pemerintahan era Joko Widodo periode 2019-2024.

“Berangkat dari konsepsi tersebut, bila ingin digunakan Pak Jokowi dan pemerintah lima tahun ke depan, Pak Prabowo dan Gerindra mempersilakan. Namun, bila tidak (digunakan), kami akan tetap bekerja sama untuk kepentingan NKRI,” ucap Dahnil .

Lebih lanjut, ujar Dahnil, Prabowo memutuskan tetap menjaga kerukunan bangsa seperti tertuang di dalam sikap politik ketiga.

“Jadi, Pak Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bersilaturahmi dan berkomunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara,” timpal dia.

Dahnil mengelak jika tiga sikap Prabowo itu diartikan bahwa Gerindra ingin berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi.

“Poinnya adalah Pak Prabowo bicara yang kualitatif yaitu konsepsi beliau menyodorkan konsepsi terkait dengan beliau sebut sebagai dorongan besar ekonomi,” ungkap dia, seperti jpnn mengabarkan.

Dahnil mengelak jika tiga sikap Prabowo itu diartikan bahwa Gerindra ingin berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi.

“Poinnya adalah Pak Prabowo bicara yang kualitatif yaitu konsepsi beliau menyodorkan konsepsi terkait dengan beliau sebut sebagai dorongan besar ekonomi,” katanya.(Mhd)

 

Anda mungkin juga berminat