Selama Bulan Oktober 3 Wartawan Jadi Korban Kejahatan Jalanan

Kapolrestro Bekasi Kota Dituntut Cepat Ungkap Kasusnya

465

BEKASI, (Garudanews.id) – Beberapa pekan terakhir di Bulan Oktober, tindak kejahatan jalanan di wilayah hukum Polrestro Bekasi Kota, seperti begal, brandal, jambret dan pemalakan makin mengkhawatirkan.

Seperti diketahui, pelaku kejahatan jalanan tidak pandang bulu terhadap korbannya, siapa yang lengah akan disikat. Bahkan para pelaku tidak segan melukai korbannya dengan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) rakitan.

Insan pers yang sedang menjalankan tugas jurnalistik tak luput dari incaran pelaku. Kasus tersebut menyasar Eko Purnomo wartawan dari Radio Elshinta yang dibegal di fly over Kranji dan Ardy reporter Radio Dakta yang dijambret di Jl. Baru Summarecon.

Dan terakhir menimpa Danu reporter Radio SP yang dijambret di Jl. Rawa Tembaga Raya. Aksi kejahatan jalanan sudah mengancam keselamatan para jurnalis dan masyarakat umum.

Pemerhati Kebijakan Publik yang juga mantan wartawan senior, Didit Susilo meminta Polrestro Bekasi Kota untuk serius meningkatkan patroli kawasan terutama di titik titik rawan kejahatan jalanan.

“Harus menjadi atensi dan perhatian serius pihak aparat untuk memetakan lokasi rawan kejahatan jalanan, mengejar para pelaku dan meningkatkan patroli kawasan rawan kriminalitas,” jelasnya kepada awak media, Selasa (15/10).

Menurutnya, para pelaku kejahatan jalanan menjalankan aksinya dengan modus operandi yang semakin canggih dengan menggunakan aplikasi navigasi googlemaps.

Aplikasi tersebut, Lanjut Didit, digunakan para pelaku untuk memantau kelancaran lalulintas seperti memanfaatkan kemacetan untuk melakukan aksinya.

Dengan memanfaatkan kelengahan korban dan memanfaatkan minimnya sarana prasarana jalan seperti minimnya lampu PJU, lokasi yang sepi jauh dari keramaian, pelaku melakukan aksinya secara keji,” ucap didit.

Para pelaku sudah sangat hafal dengan TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan tindak pidana curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan) dan curarmor (pencurian kendaraan bermotor).

“Para pelaku makin sadis dan punya target harus berhasil dalam hitungan menit maka segala cara dilakukan untuk memperdayai korbannya,” jelas Didit.

Dijelaskannya, perlu pemetaan daerah rawan kejahatan jalanan. Sosialisasi penyuluhan dari Binmas untuk menumbuhkan peran aktif masyarakat. Penyelidikan terhadap jaringan pelaku kejahatan yang terjadi. Meningkatkan patroli di TKP – TKP yang sering terjadi aksi kejahatan jalanan.

“Untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, kasus itu harus mendapat perhatian dan penanganan serius. Apalagi kasus kejahatan jalanan di kota metropolis seperti Kota Bekasi selalu memanfaatkan kelengahan petugas. Perlu juga TKP yang minim penerangan PJU segera dipasang PJU dan perlu juga dipasang CCTV di beberapa titik jalan protokol,” pungkasnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat