Pangkas Birokrasi, Presiden Jokowi akan Sederhanakan Eselonisasi

250

JAKARTA (Garudanews.id) – Presiden Joko Widodo
​​​​​​menyatakan akan memangkas birokrasi dengan cara menyederhanakan eselonisasi menjadi hanya dua level.

“Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta disederhanakan menjadi dua level saja. Diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi,” kata Jokowi saat berpidato usai dirinya dilantik menjadi  Presiden periode 2019-2024 di gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Minggu (20/10)

Presiden juga menekankan pentingnya para menteri, pejabat dan birokrat agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

“Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan dalam lima tahun ke depan ingin menetapkan empat kebijakan, yaitu pertama pembangunan sumber daya manusia (SDM), kedua pembangunan infrastruktur, ketiga penyederhanaan regulasi, termasuk kelima penyederhanaan birokrasi.

“Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas,”

Dilansir dari Antara,  Presiden juga menyoroti soal transformasi ekonomi.

“Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden akan Umumkan Susunan Kabinet Besok

Presiden Joko Widodo berjanji akan mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya pada Senin, 20 Oktober 2019 pagi hari.

“Sudah rampung, sudah selesai, nanti besok pagi saya kenalkan,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.

Presiden menyampaikan hal tersebut sesaat sebelum berangkat menuju ke gedung DPR/MPR untuk menghadiri pelantik dirinya dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024.

“Besok pagi saya kenalkan, karena nanti sorenya, Pak KH Maruf Amin harus ke Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar ke Jepang,” tambah Presiden.

Namun Presiden Jokowi belum memastikan apakah setelah diumumkan tim kabinet tersebut akan langsung dilantik.

“Dikenalkan dulu kemudian dilantik, kalau sudah dikenalkan ya musti dilantik,” ungkap Presiden.

Presiden sebelumnya mengatakan bahwa para menteri yang akan membantunya tetap berjumlah 34 orang. “Kurang lebih 16 orang (dari partai), saya belum hitung tapi kurang lebih.”

Presiden pun tidak menjelaskan lebih rinci mengenai nama-nama menteri lama yang masih akan membantunya.

“Masih banyak (menteri lama), tapi yang baru lebih banyak,” ungkap Presiden.

Terkait nomenklatur kementerian yang baru, Presiden pun enggan mengungkapkan bocorannya. “Besoklah,” kata Presiden saat ditanya soal nama lembaga baru.

Presiden Jokowi dalam media sosial resminya, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan polisi.

Orang-orang dalam kabinet itu diharapkan dapat memperkokoh kelembagaan yang mengurus investasi, mampu membujuk investor untuk menciptakan berbagai macam keuntungan tambahan bagi Indonesia. Investasi yang masuk ke Indonesia itu tentu bukan usaha yang hanya mengeksploitasi bangsa Indonesia.

Tidak ketinggalan para menteri tersebut diharapkan punya kemampuan eksekusi program ditambah manajerial. (red)

 

Anda mungkin juga berminat