Pemilihan Ketua MPR Dinilai Sarat Dengan Politik Transaksional

384

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur eksekutif ETOS Indonesia, Iskandarsyah mengucapkan selamat atas terpilihnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) jadi Ketua MPR periode 2019-2024.

“Saya ucapkan selamat kepada Bambang Soesatyo menjadi Ketua MPR yang kami menilai proses pemilihannya secara semi aklamasi. Dan ini bukan sejarah baru dalam iklim demokrasi di negara kita. Praktik transaksional masih kental,” ujar Iskandar kepada wartawan di bilangan Tebet Jakarta Selatan, Kamis (3/10).

Yang menarik kata Iskandar, dalam komposisi pimpinan ketua MPR yang diketuai politisi Golkar itu ada dua mantan Ketua MPR. Yakni Hidayat Nur Wahid dan Zulkifli Hasan.

“Ini merupakan kemunduran demokrasi. Partai sepertinya sudah kehilangan tokoh dan sosoknya. Sehingga pimpinan MPR dari tiap periode diisi orang-orang itu saja,” ucap Iskandar.

Aktivis 98 ini mengatakan, ke depan bangsa ini harus merubah paradigma. Karena berkaca dari kepemimpinan yang lalu, baik MPR dan DPR seperti tidak menjadi representasi dari masyarakat.

“Mereka lebih mementingkan pribadi dan kelompoknya. Rakyat dan konstituennya yang selama ini mendukungnya seperti suporter bola saja. Begitu bubar arena politik rakyat dicampakkan,” kata Iskandar. (Jim)

Anda mungkin juga berminat