Pemkab Aceh Utara – RRI Launching Kentongan Radio Tanggap Bencana

264

ACEH UTARA (Garudanews.id) –  Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan manajemen Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe melakukan launching kentongan radio tanggap bencana di Gampong Buket Linteung Kecamatan Langkahan, Selasa,(08/10).

Kentongan RRI tanggap bencana merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat terhadap mitigasi bencana. Masyarakat juga membutuhkan adanya media massa yang fokus pada mitigasi bencana alam.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf sangat mengapresiasi manajemen RRI, khususnya RRI Stasiun Lhokseumawe, atas kerjasamanya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, melakukan launching kentongan radio tanggap bencana.

“Terimakasih kepada RRI yang telah memilih wilayah Aceh Utara yaitu Gampong Buket Linteung Kecamatan Langkahan sebagai lokasi launching kentongan radio tanggap bencana,” kata Fauzi Yusuf, yang disiarkan langsung melalui siaran RRI Lhokseumawe, dari lokasi kegiatan di halaman meunasah Gampong Buket Linteung.

Pemkab Aceh Utara sangat berkomitmen terhadap program pengurangan resiko bencana melalui mitigasi bencana, seperti program kentongan radio tanggap bencana yang diinisiasi oleh RRI. Pemkab Aceh Utara juga terus berupaya meminimalisir kemungkinan bencana alam, seperti bencana banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

Untuk meminimalisir banjir, kata Fauzi, Pemkab Aceh Utara sejak 2013 telah mencanangkan pembangunan waduk Keureutoe di pedalaman Kecamatan Payabakong.

Salah satu fungsi waduk tersebut adalah untuk membendung debit air sungai Keureutoe yang berhulu di Kabupaten Bener Meriah.

Biasanya saat musim hujan, lanjut Wabup Fauzi Yusuf, beberapa kecamatan di bagian tengah Aceh Utara sering terendam banjir. Kondisi ini mulai berkurang sejak adanya pembangunan waduk Keureutoe. Saat ini pembangunan waduk tersebut terus berjalan, diperkirakan akan selesai pembangunannya pada tahun 2022 mendatang.

Launching kentongan RRI tanggap bencana ditandai dengan pemukulan kentongan bersama-sama para pimpinan stake holder terkait. Selain Wabup Fauzi Yusuf, juga hadir Kepala RRI Stasiun Lhokseumawe Agung Prasetya, Wakapolres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro, Kepala BPDB Aceh Utara Drs Amir Hamzah, Plt Kepala Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Zulkarnaini, MPd, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ir Azmi, MT. Juga terlihat Ketua SAR Aceh Utara Hasbullah Ali, ST, dan tim TAGANA.

Acara yang disiarkan langsung oleh RRI Lhokseumawe itu dipandu oleh penyiar Yuna dan Fais. Pada kesempatan itu turut mewawancarai langsung para narasumber.

Sebelumnya Kepala Stasiun RRI Lhokseumawe Agung Prasetya mengatakan program kentongan tanggap bencana adalah program edukasi bencana yang digagas oleh pimpinan RRI karena wilayah Indonesia rawan bencana.

Kepala BPBD Aceh Utara Drs Amir Hamzah mengatakan melalui kentongan bencana ini dapat memberikan edukasi pemahaman tentang bencana agar masyarakat tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana. “Tangguh dalam artian tidak cengeng, tidak pernah mengeluh, meskipun masyarakat di sini kerap dilanda banjir,” kata Amir.

Dia menyebut, masyarakat Gampong Buket Linteung adalah contoh masyarakat tangguh saat menghadapi bencana. Di gampong itu pernah terjadi banjir yang cukup parah hingga sebahu orang dewasa, tapi berkat kesiap-siagaan masyarakatnya sehingga risiko bencana yang timbul dapat diminimalisir.

“Sosialisasi terhadap mitigasi bencana setiap kesempatan terus kita lakukan, bahkan juga melalui khutbah Jumat, media massa, juga melalui medsos,” ungkap Amir.

Ketua SAR Aceh Utara Hasbullah Ali, ST, pada kesempatan itu ikut menampilkan simulasi penanganan darurat bencana yang dilakoni oleh pemuda dan masyarakat Buket Linteung yang tergabung dalam Forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana).

Menurut Hasbullah, membunyikan kentongan sangat efektif saat semua alat komunikasi tidak berfungsi saat terjadi bencana. Kentongan merupakan salah satu kearifan lokal yang harus dilestarikan.

“Buket Linteung sudah lama ada forum PRB. Melalui program kentongan radio tanggap bencana, kita berharap masyarakat di sini makin tanggap dan tangguh dalam menghadapi setiap terjadi bencana alam,” harap Hasbullah. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat