Polemik Warga Prima Harapan Dengan Summarecon Belum Temui Titik Temu

Warga Prima Harapan Terdampak Pembangunan Burgundy Menuntut Ganti Rugi Layak

479

BEKASI, (Garudanews.id) – Polemik pembangunan perumahan Burgundy Summarecon Bekasi dengan warga Perumahan Prima Regensi masih berlanjut. Warga masih menuntut ganti rugi dari Management Summarecon yang dinilai tidak sepadan dengan dampak kerusakan akibat pembangunan tersebut.

Rumah warga yang retak diduga akibat pembangunan peru.ahan Burgundy, Summarecon Bekasi

“Pihak summarecon belum bersedia bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga, jadi kami menuntut pertanggungjawaban summarecon atas kerusakan beberapa rumah warga kami,” kata Sekretaris RW Iskandar, Selasa (08/10).

Warga perumahan Prima Harapan memasang spanduk di pinggir jalan sebagai bentuk protes kepada management Summarecon yang dinilai tidak mempedulikan warga sekitar yang terkena dampak dari pembangunan Perumahan Burgundy Summarecon.

Diketahui, 46 rumah di Rt 01 Rw 09 kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara terdampak pembangunan perumahan Burgundi Summarecon Bekasi. Rumah warga retak diduga akibat getaran dari alat berat di proyek pembangunan perumahan Burgundy tersebut.

“Tembok kami retak, bahkan retaknya mulai panjang, selain itu genteng rumah warga ada juga yang rusak,” katanya.

Hingaa saat ini, baik warga perumahan Prima Harapan Regency maupun menegement Summarecon belum menemui titik temu dalam musyawarah.  Ganti rugi yang ditawarkan oleh Summarecon belum diterima warga karena dinilai tidak memadai dengan kerusakan yang timbul.

Warga berharap, ada itikad baik dari Management Summarecon untuk memenuhi tuntutan warga tersebut.

Sementara itu, pihak Management Summarecon Bekasi ketika dikonfirmasi tidak bersedia memberikan jawabannya. Benerapa kali garudanews.id mencoba untuk konfirmnasi tidam mendapatkan respon, bahkan nomor hp diblokir.

Pesan singkat pun beberapa kali dikirim untum mendapatkan konfirmasi perihal permasalahan tersebut, namun tidak juga mendapat jawaban. (Mam)

Anda mungkin juga berminat