Ryamizard Beberkan Keberhasilannya Selama Jadi Menhan

212

JAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, sebagai salah satu Menteri Negara dalam Kabinet Indonesia Maju, setelah dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, hari ini mengikuti prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dengan Menteri Pertahanan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu.Sertijab Menhan tersebut dilangsungkan di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis, (24/10).

Prosesi acara Sertijab, diawali dengan penyambutan kedatangan Menhan Prabowo Subianto di kantor Kemhan melalui Upacara Jajar Kehormatan. Sertijab Menhan Prabowo berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 113/P Tahun 2019 tanggal 23 Oktober 2019 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Selanjutnya, prosesi Sertijab dilakukan melalui penandatanganan Memoramdum. Ryamizard Ryacudu selaku Menhan pada Periode Kabinet Kerja Tahun 2014-2019 menyampaikan, bahwa dalam sebuah organisasi, seorang pemimpin selalu datang dan pergi. Oleh karenanya, pergantian seorang pemimpin dalam suatu organisasi merupakan suatu keniscayaan.

Ryamizard Ryacudu lebih lanjut mengungkapkan bahwa selama kurun waktu lima tahun memimpin Kemhan, telah mampu menyelesaikan berbagai tugas dan fungsinya. Kemhan telah berhasil melaksanakan berbagai pembangunan di bidang pertahanan serta mencetak SDM Unggul guna mewujudkan Indonesia Maju.

Keberhasilan ini disesuaikan dengan kebijakan pertahanan negara, yaitu: pertama, mewujudkan Pertahanan Negara yang mampu menghadapi ancaman. Pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) yang telah dicapai hingga 31 Juli 2019 adalah 63,45 %. Beberapa Alutsista terbaru yang melengkapi kekuatan TNI pada periode 2015-2019 adalah Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) AS565 Mbe, Pesawat Udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA), Pesawat Tempur F-16 C/D, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 m, Kapal Selam U-209, Rudal Starstreak, Panser Anoa, Pesawat Latih Super Tucano, dan lain-lain.

Kedua, mewujudkan pertahanan negara yang mampu menangani keamanan wilayah maritim, keamanan wilayah daratan, dan keamanan wilayah yuridiksi dirgantara. Pada periode 2015-2019, Kemhan/TNI membangun Natuna sebagai pangkalan militer dan meresmikan Satuan TNI terintegrasi Natuna. Kebijakan Kawasan Perbatasan Negara di Kalimantan sebagai Kawasan Strategis Nasional diwujudkan antara lain lewat pembangunan Jalur Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) yang menghubungkan antar Pos Pamtas sepanjang 1108,58 km dari total panjang garis perbatasan sebesar 2019 km.

Ketiga, mewujudkan pertahanan negara yang mampu berperan dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia mengirimkan pasukan TNI sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB. Jumlah pasukan perdamaian Indonesia terus meningkat dan selama periode 2015-2019 telah dikirim 14.971 personel (hingga Feb 2019). Posisi Indonesia saat ini sudah menempati peringkat ke-8 dari 127 negara dalam pengiriman Pasukan Perdamaian Dunia.

Keempat, mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing. Kemandirian pertahanan yang diwujudkan dengan terpenuhinya alutsista TNI yang didukung oleh industri pertahanan nasonal. Kontribusi industri pertahanan dalam pemenuhan MEF telah mencapai 31,5%. Hingga 2019, kebijakan kandungan lokal dan ofset (KLO) telah diimplementasikan pada 27 program pengadaan. Tiga dari tujuh program prioritas nasional telah menunjukkan hasil yang membanggakan, yaitu Medium Tank Harimau, Kapal Selam, dan Roket R-Han 122B.

Kelima, mewujudkan kesadaran bela negara bagi Warga Negara Indonesia. Hingga Juli 2019 telah terbentuk 83.458.532 orang kader Bela Negara. Kemhan telah menandatangani MoU dengan 12 K/L, 39 perguruan tinggi, dan 37 ormas untuk secara sinergi menyelenggarakan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

Menurut Ryamizard, keberhasilan capaian tersebut diatas tidak lepas dari kerja keras bersama seluruh jajaran Kemhan dan koordinasi serta dukungan berbagai instansi terkait. Semua itu juga merupakan prestasi dan bukti kerja Kemhan dalam memperkuat penyelenggaraan pertahanan negara yang berlandaskan semangat dalam membangun SDM Unggul untuk Indonesia Maju.

Oleh karena itu, Ryamizard mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras dan dedikasi segenap pegawai Kemhan yang telah bekerja sama, bersinergi, dan bekerja sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku.

Ryamizard Ryacudu juga berharap agar program besar Kemhan dengan sasaran yang strategis dan kinerja Kemhan terkait di bidang pertahanan negara yang sudah berjalan baik dalam lima tahun ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan oleh Menhan Prabowo Subianto. “Selamat berkarya kepada Menhan Prabowo Subianto”, ucap Ryamizard Ryacudu.

Terakhir, Ryamizard berpesan kepada seluruh Pegawai Kementerian Pertahanan agar senantiasa mendukung pejabat Menteri Pertahanan baru. Dukungan kepada pejabat baru harus lebih baik. Pada kesempatan tersebut, Ryamizard Ryacudu juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan baik ucapan maupun perbuatan selama memimpin Kemhan. “Semoga Kementerian Pertahanan selalu sukses, makin jaya dan disegani di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto”, pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat