Aksi Premanisme Di Kota Bekasi Semakin Nekad

379

BEKASI, (Garudanews.id) – Aksi premanisme di kota Bekasi semakin mengkhawatirkan, pelaku bahkan tidak segan melukai korbannya dengan senjata tajam. Korban bernama Sobirin diancam oleh seorang pria mabuk dengan menggunakan sebilah golok  Pejuang Kec. Medan Satria Kota Bekasi pada Sabtu (02/11).

“Pada hari Sabtu tanggal 02 Nopember 2019 sekira pukul 21,45 WlB, pelapor dihubungi oleh Korban SOBIRIN dan SOBIRIN memberitahui kepada Korban Sarmili untuk datang ke Ruko Taman Harapan Baru Kel. Pejuang Kota Bekasi bahwa pelaku M. ALI dalam keadaan mabuk dengan membawa sebilah golok yang disimpan dipinggang sebelah kiri dan mengancam Korban Sobirin akan dibunuh,” ujar Wakapolres Bekasi Kota AKBP. Eka Mulyana saat menggelar Pers Rilis di Aula Mapolrestro pada Selasa (05/11).

Sarmili sendiri adalah anggota Kodim 0507/Bekasi yang memberikan laporan tersebut kepada Polsek Medan Satria menampingi korban Sobirin. Sarmili yang diminta oleh korban untuk datang ketempatnya kemudian berusaha mencari pelaku yang diduga sedang dalam keadaan mabuk serta menantang TNI.

“Pada saat itu pelapor (Sarmili) mendengar suara pelaku M. ALI yang berkata “ saya tidak takut sama tentara dan saya bunuh juga”, dan pelapor SARMILI memberitahukan kepada Korban SOBIRIN “ Telephonennya matiin nanti saya kesana “ , selanjutnya Korban mendatangi tempat korban Sobirin,” tambahnya.

Pelapor (Sarmili) kemudian meminta korban untuk melaporkan pengancaman tersebut kepada pihak kepolisian. Ia selanjutnya mencari pelaku yang diduga berada di sekitar Pasar Pejuang, kecamatan Medan Satria. Setelah mendapatkan pelaku, Sarmili bertanya kepada pelaku apa maksud ucapannya tersebut namun direspon dengan mencabut senjata tajam dari pinggangnya.

“Sambil mencabut goloknya, korban berteriam “memang kenapa” Kemudian Korban SARMILI berusaha melumpuhkan pelaku karena pelaku sempat ingin melukai pelapor menggunakan golok, dan Korban SARMILI mengalami luka bengkak pada bagian jari kelingking tangan kanan,” pungkasnya.

Pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolsek Medan Satria beserta barang bukti sebilah golok yang digunakan oleh pelaku. Pelaku kedapatan membawa, menyimpan senjata tajam tanpa Hak dan Perbuatan memaksa orang lain dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 UndangUndang Darurat No. 12 Tahun 1951 dan Pasal 335 KUHP, penjara paling lama 12 tahun penjara. (Mam)

Anda mungkin juga berminat