APKLI Jambi Harap Pembangunan Infrastruktur Dapat Dongkrak Ekonomi PKL

205

JAMBI (Garudanews.id) – Asosiasi Pedagang Kali Lima (APKLI) provinsi Jambi berharap agar pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah digenjot oleh pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi mikro khususnya bagi pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima.

Ketua Apkli provinsi Jambi Adhi Putra mengakui dampak pembangunan infrastruktur bagi pedagang kali lima dirasa minim fasilitas, sedangkan para pedagang kaki lima banyak mengharapkan dapat terakomodasi terkait dampak pembangunan tersebut.

“Namun untuk pedagang kakli lima khusunya di Kota Jambi sudah mulai membaik. Tapi untuk kabupaten lain di provinsi Jambi perlu ditingkatkan,” ujar Adhi melalui sambungan teleponnya, Selasa (19/11/2019).

Adhi mengatakan, guna meningkatkan pendapatan bagi anggotanya, pihaknya telah memberikan pelatihan manajemen keuangan.

“Kami telah bekerjasama dengan universitas. Intinya PKL didekatkan dengan lingkungan yang mendorong agar menata kelola usahanya dengan baik,” ucap Adhi.

Pihaknya juga mengapresiasi pemerintah kota Jambi yang peduli terhadap pedagang kaki lima.

“Khusus Kota Jambi, sudah ada relokasi bagi PKL yang terkelola dengan baik. Pedagang kaki lima ditempatkan di posisi yang strategis. Artinya Pemkot Jambi memberikan respon positif dalam mengelola PKL yang ada di wilayahnya,” tambah Adhi.

Adhi menambahkan, di provinsi Jambi ada 11 kabupaten/kota. Oleh karenanya Adhi berharap agar pemerintah pusat dapat mendorong pemerintah daerah agar focus dalam pemberdayaan dan penataan pedagang kaki lima di provinsi Jambi.

“Terkait hal ini, kami berharap agar pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar dapat memberikan bantuan permodalan yang dibutuhkan bagi anggota Apkli di provinsi Jambi yang diperkirakan ada tiga puluh ribu anggota,” harap Adhi.

Adhi menambahkan, bantuan yang diterima dari pemerintah pusat bagi anggotanya, saat ini tergolong masih minim.

“Seperti bantuan dari kementerian koperasi baru sebatas shalter dan penataan, namun jumlahnya masih terbatas. Oleh karenanya kami berharap kedepannya agar lebih ditingkatkan. Sehingga dampak dari pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khusunya bagi PKL di provinsi Jambi,” pungkas Adhi. (red)

Anda mungkin juga berminat