Kapolri Baru, Tugas dan Tantangan Berat Menghadang

216

JAKARTA (Garudanews.id) – Usai dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang menduduki posisi Menteri dalam Negeri (Mendagri), Jendral Idham Azis kini menghadapi tantangan berat ada dipundaknya untuk mewujudkan negeri ini aman dan rasa bahagia dinikmati oleh setiap warga negara di republik ini.

Direktur eksekutif Center Public Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto mengatakan, hiruk pikuk rentetan peristiwa yang mencekam sebagai ekses Pilkada dan Pilpres yang lalu tentunya oleh Kapolri baru harus dikonsolidasikan dengan rapih tanpa ada yang tercecer.

Menurut dia, ekspektasi harapan publik mengenai penegakan hukum yang tegas dan tidak diskriminatif serta stabilitas keamanan yang mantap kiprah Polri di nanti oleh 250 juta masyarakat Indonesia.

“Perjalanan kabinet pemerintahan jilid II presiden Joko Widodo dipastikan akan tancap gas mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada lima tahun kedepan. Karena itu jaminan stabilitas keamanan yang mantap kunci sukses pembangunan ekonomi,” ujar Bambang seperti dalam keterangannya, Sabtu (9/11).

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, konsep dan strategi kebijakan  menciptakan stabilitas keamanan kedepan tentunya berbeda dengan yang lalu baik teknis maupun pendekatannya. Sigap dan antisipatif dapat menjadi acuan manajerialnya.

Bambang berpandangan, ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian Jendral Idham Azis misalnya; sorotan publik tentunya ke tanah Papua ledakan ekspektasi masyàrakat  yang terpendam keinginan laten yang setiap detik harus diantisipasi.

Selain itu, kata Bambang, tekanan global menyangkut aspek politik, ekonomi dan sosial budaya serta digitalisasi yang berimplikasi terhadap potènsi konflik di masyarakat.

“Selain itu, dalam penangkalan radikalisme dilakukan dengan cara yang tepat supaya tidak bergesakan dengan umat islam tidak terulang.  Membangun kepercayaan publik dan mendudukan posisi Polri secara tepat,  terutama terkait dengan tuntutan publik mengenai penguatan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan undang undang yang baru hasil revisi. Supaya mengeliminir mahasiswà kembali tutun kejalan,” ujarnya.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki Jendral Idham Azis, Bambang meyakini mantan Kapolda Metro itu mampu menjalankan tugas korps baju coklat dengan elegan. “Selamat berjuang,” seru Bambang. (red)

Anda mungkin juga berminat