Komunitas Vaper Yakin Vape Adalah Pilihan Yang Baik

593

BEKASI, (Garudanews.id) – Rokok Elektrik atau yang biasa disebut Vape mulai menunjukkan eksistensinya di Kota Bekasi. Vape sebagai produk tembakau alternatif  dengan Komunitas Vape melakukan Talkshow di Aula rumah makan Wulansari, Margajaya, Bekasi Selatan pada Sabtu (30/11).

“Terlalu banyak simpang siur berita di luar sana terkait dengan yang mengatakan vape berbahaya dan sebagainya, namun kita hanya ingin memperlihatkan bahwa kami ini adalah sebuah solusi yang lahir dimasa kini untuk kebaikan di masa depan,” ujar ketua Pantia Wahyu dalam pembukannya.

Kegiatan Talkshow tersebut dihadiri oleh dr. Arifandi Sanjaya (Badass Doctor), Aryo Andrianto / Rhomedal (Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia / Perwakilan, Johan Sumantri (Ketua Asosiasi Vaper Indonesia), Hasiholan Manurung (Ketua Sahabat APVI), Safianty Anwar (Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bekasi), R. Eko Wibisono (Ketua APVI DPD Kota Bekasi) sebagai narasumber. Selain itu, kegiatan tersebut juga menyediakan Rongen Paru bersama Vaper Bekasi.

Komunitas Vape dari berbagai daerah menghadiri talkshow di rumah makan Wulansari, Kota Bekasi

Ketua Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Johan Sumantri menuturkan bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada dan pemerintah yang belum sepakat dengan keberadaan Vape. Ia juga menampik tuduhan banyak kalangan tentang sisi negatif dari pengguna vape.

“Karna kita vaper ini punya hak, hak untuk memilih mana yang lebih buat kita, hak kita dilindungi undang-undang maka kita akan perjuangkan bahwa vape itu lebih baik,” ujar Johan.

Selain itu, disinggung masalah beberapa insiden pengguna vape yang mengalami kerusakan pada perangkatnya, dikatakan Johan bahwa hal tersebut karena pengguna yang kurang waspada terhadap produk baterai yang digunakan untuk vape.

“Device tidak bisa meledak, yang bisa meledak adalah baterainya, kalaupun dulu ada kasus meledak itu di Indonesia hampir tidak ada dan adanya di luar negeri itu karena mereka tidak mengerti off low, karena dijaman dulu kebanyakan mekanikal, makanya perlu edukasi, tapi sekali lagi kenapa bisa meledak, karena batre yang digunakan tidak suport dengan device,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kepada para pengguna vape untuk membeli baterai yang lebih berkualitas untuk mencegah hal tersebut.

Sementara itu, dr. Arifandi Sanjaya (Badass Doctor) perbedaan antara Vape dan rokok konensional adalah keberadaan TAR dan karbon monoksida pada rokok konvensional. Karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran rokok konvensional menjadi gas.

“Itu yang harus di hightlight pertama karena itu cukup membedakan dan kita harus ingat kalau banyak sekali paru-paru yang rusak itu karena adanya TAR, sedangkan yang membuat sesak adalah karbon monoksida walaupun mungkin banyak sekali beberapa bahan atau zat kimia yang berbeda, tapi ini dulu yang utamanya sebenarnya,” kata dr. Arifandi. (Mam)

Anda mungkin juga berminat