Mabes Polri Diminta Usut Dalang Aksi Premasnisme di Kota Bekasi

275

BEKASI (Garudanews.id) –  Direktur Eksekutif Progress Indonesia (PI) Idrus Mony mendesak kepada Mabes Polri untuk turun tangan atas dugaan keterlibatan Pemerntah Kota (Pemkot) Bekasi dalam memobilisasi massa untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan adanya jatah parkir yang sempat viral di media sosial.

“Ini suatu kekeliruan yang fatal dilakukan oleh pemerintah daerah. Wali Kota Bekasi sepertinya tidak memahami upaya pemerintah pusat dalam menjaga kondisifitas negara guna menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman. Meski niatnya bagus dalam meningkatkan PAD tapi cara Pemkot Bekasi memberikan rekom kepada ormas merupakan tindakan yang salah,” ujar Idrus kepada garudanews.id, Selasa (5/11).

Idrus menilai Pemkot Bekasi sudah kehilangan akal dalam menggali potensi sumber pendapatan daerah. “Sebenarnya, sebagai kota jasa dan perdagangan Kota Bekasi seharusnya mampu menggali potensi pendapatan daerah tanpa harus mengutak atik persoalan parkir. Bayak sekali peluang PAD terbuang sia-siang di Kota Bekasi ini,” ucap Idrus.

Idrus mencontohkan, keberadaan GOR Kota Bekasi seharsunya terintegrasi dengan mengangkat ciri kedaerahan, baik dari kuliner maupun produk UKM khas Kota Bekasi.

“Tapi coba anda lihat, lingkungan GOR dibiarkan kumuh, bahkan dikelola bukan pihak Pemda. Ini artinya Wali Kota kurang kretif dalam menjalankan tatakelola pemerintahannya. Padahal tidak tanggung-tanggung Wali Kota konon dalam studi bandingnya ke luar negeri. Terus ngapain ke sana kalau cuma jalan-jalan buang anggaran tidak ada manfaat bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegas praktisi hukum ini.

Oleh karena itu Idrus mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan aksi unras terkait dengan permintaan jatah parkir oleh ormas. “Usut siapa dalang dibalik unras itu, jangan sampai persoalan ini jadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan, sehingga akan berdampak pada menurunnya investor dalam menanamkan investasinya Indonesia ke depan,” tandas Idrus. (mhd)

 

Anda mungkin juga berminat