Wacana Penunjukan Ketum Golkar Secara Aklamasi Terus Digoyang

249

JAKARTA (Garudanews.id) – Wacana penunjukan Ketua Umum Partai Golkar sebagaimana yang diinginkan kubu Caketum petahana Airlangga Hartarto, terus mendapat perlawanan dari senior partai yang pernah berjaya di era Orde Baru itu.

Bahkan, tokoh senior Partai Golkar Marzuki Darusman menyebutkan suara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II merupakan salah satu penentu dalam pemilihan ketua umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang akan digelar pada awal Desember 2019.

“DPD II kunci dari hasil Munas Golkar. Suara yang diberikan bukan hanya sekadar hak suara, tapi suara yang dipertimbangkan karena menyuarakan langsung aspirasi anggota partai di daerah yang sehari-hari berurusan dengan mereka,” kata  Marzuki dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (25/11).

Marzuki juga mengaku perihatin dengan perolehan kursi Golkar di DPR yang terus mengalami kemerosotan, dimana pada Pemilu 2019 menurun drastis.

“Padahal, pada Pemilu 2014, Golkar mendapat 91 kursi di DPR, namun pada Pemilu 2019 hanya mengantongi 85 kursi,” ujar Marzuki.

Oleh karena itu, dia berharap agar ke depan Golkar dipimpin sosok yang fokus terhadap kinerja partai.

“Partai Golkar memerlukan pimpinan yang terus menerus secara penuh memperhatikan Golkar,” kata Marzuki.

Dia mengingatkan, tantangan agenda politik ke depan makin berat dan kompleks. Oleh karena itu, jangan sampai Golkar tidak siap menghadapi tantangan ke depan.

“Kami ini dalam keluarga besar, tidak ada masalah individu, kami hanya ingin partai ini selamat,” ujar Marzuki. (red)

Anda mungkin juga berminat