Perum Perhutani Unit III Jabar-Banten Diduga Langgar Kesepakatan

361

BOGOR (Garudanews.id) – Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten diduga telah melanggar kesepakatan dengan masyarakat  Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor sebagai penggarap di Hutan Penelitian (HP) Gunung Dahu seluas 250 ha.

“Sejak tahun 1997 Perhutani telah sepakat bersama  masyarakat penggarap dengan pola tumpang sari  menanam  jenis pohon Meranti di atas lahan seluas 160,7 ha.  Tentunya nanti hasilnya akan dibagi dengan persentase 75 persen untuk masyarakat penggarap dan 25 persen untuk Perhutani,”ungkap sumber garudanews.id di lapangan, Rabu (13/11).

Tapi kata dia, secara diam diam pihak Perhutani telah melanggar kesepakatan bagi hasil dengan masyarakat penggarap.  Perhutani telah  menebang pohon Meranti yang ditanam sejak tahun 1997 dan masyarakat penggarap tidak memperoleh hasilnya.

“Jadi pihak Perhutani telah menebang semua pohon Meranti yang ditanam sejak tahun 1997 dan masyarakat penggarap tidak mendapatkan hasilnya. Pohon Meranti dijual ke salah satu pembeli warga sekitar bernama H. Ocang,”terangnya.

Terpisah, salah satu pembeli kayu Meranti, H. Ocang mengakui, dirinya telah membeli jenis kayu Meranti ke pihak Perhutani hanya untuk keperluan pribadi. “Saya membeli bukan untuk diperjual belikan tapi untuk keperluan pribadi,”singkat H. Ocang. (ded/rzk)

Anda mungkin juga berminat