Pimpinan Golkar Perlu Belajar dari Akbar Tandjung

206

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Eksekutif Center of Public Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto menilai menurunnya perolehan kursi di DPR tingkat pusat bagi Partai Golkar harus menjadi perhatian serius tokoh senior partai berlambang pohon beringin itu.

Menurut dia, kasus tersebut tidak terlepas dari peran Ketua Umum Partai Golkar yang dianggap kurang melakukan konsolidasi hingga akar rumput.

“Sehingga suara Golkar banyak diambil oleh partai yang memiliki basis massa yang kuat hingga akar rumput. Padahal dengan penambahan suara pada Pemilu 2019 lalu seharusnya menjadi moment perbaikan konsolidasi. Tapi Partai Golkar tidak memanfaatkan itu,” ujar Bambang kepada wartawan, Sabtu (16/11).

Bambang menduga Airlangga Hartarto kurang membumi dalam memimpin Golkar. Sehingga suara akar rumput tidak memahami betul garis perjuangan partai.

“Inilah kalau pimpinan partai yang berlatar belakang dari pengusaha. Orientasinya keuntungan pribadi,” ungkap Bambang.

Oleh karenanya, Bambang menyarankan pimpinan Golkar ke depan agar memiliki jiwa aktivis. Sehingga kalau suara partainya terpuruk seorang pimpinan merasa tidak nyaman.

“Kader Partai Golkar seharusnya belajar dari Bang Akbar Tanjdung. Di masa sulit ia bisa meyakinkan publik bahwa Golkar masih di hati rakyat. Praktis Pemilu pascareformasi Golkar mendapat simpati publik dan memperoleh kursi DPR terbanyak, meski saat itu masih urutan ke dua,” tandas dia. (Mam)

Anda mungkin juga berminat