Presiden Jokowi Singgung Keberadaan ABK Yang Kerja di Korsel

222

JAKARTA – Pesoalan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal-kapal di Korea Selatan (Korsel) yang jumlahnya mencapai 28 ribu orang, menjadi bahasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korsel Moon Jae-in, di Hotel Westin, Busan, Senin (25/11) pukul 14.30 Waktu Setempat.

Dalam lawatannya ke Kores itu Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Menlu mengatakan, Presiden Jokowi ingin meminta perhatian kepada para ABK yang bekerja di long investor ini.

“Jadi tadi tanggapan Presiden cukup positif, dalam artian Presiden pun menetapkan bahwa para ABK ini sudah memberikan kontribusi pada agenda ini,” kata Menlu dalam media briefing di Lotte Hotel, Busan, Korsel, Senin (25/11) malam, sebagaimana dirilis di laman Seskab.

Menanggapi hal itu, menurut Menlu, Presiden Korsel Moon Jae-in menjanjikan akan memberikan perhatian yang bagus terhadap para ABK. Presiden Jokowi juga menyampaikan karena hari kemarin ada sebuah kapal milik Korea Selatan yang tenggelam.

Ada 14 ABK di dalam kapal tersebut, 6 di antaranya adalah ABK yang berasal dari Indonesia. Tetapi karena dari Otoritas Korea Selatan sebelum pertemuan tadi sudah diperoleh konfirmasi bahwa keenam ABK WNI tersebut dalam kondisi pelaksanaan baik, maka Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih penghargaan kepada otoritas Korea yang berhasil menyelesaikan masalah tersebut. (mam)

Anda mungkin juga berminat