Dedi Mulyadi “Ngambek” Siap Mundur dari Wakil Ketua Komisi IV

Kubu Bamsoet Persoalkan Pembagian AKD di DPR

282

JAKARTA (Garudanews.id) – Kubu calon ketua umum Partai Golkar Bambang Sesatyo (Bamsoet) terus mempersoalkan pembagian posisi alat kelengkapan dewan (AKD) menjadi salah satu isu jelang musyawarah nasional (Munas) yang akan digelar pekan depan.

Dimana, sebelumnya loyalis Bamsoet Ahmadi Noor Supit mengakui memang ada “gentlemen agreement” antara Airlangga dan Bamsoet soal perebutan kursi Golkar 1 menyusul terpilihnya mantan Ketua DPR itu sebagai Ketua MPR.

Namun sebelum kesepakatan itu diperoleh, Bamsoet mengajukan sejumlah persyaratan. Salah satunya, loyalis Bamsoet harus ditempatkan di alat kelengkapan dewan (AKD) 2019-2024. Nyatanya tak ada satupun orang-orang di kubu Bamsoet yang ditempatkan di AKD.

Bahkan, lanjut Supit, tenaga ahli DPR yang diketahui mendukung Bambang pun dicoret. “Tenaga Ahli (TA) bayangkan saudara-saudara! TA itu kan, aduh apalah perannya? Ini bukan anggota DPR, TA yang mendukung Bamsoet semuanya dicoret, ini kan perilaku apa gitu loh” serunya.

Menanggapi pernyataan loyalis Bamsoet Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang juga loyalis calon caketum petahana Airlangga Hartarto pun merespon dengan cepat. Bahkan ia terkesan ngambek dan siap mundur dari kursi Wakil Ketua Komisi IV DPR, jika kelompok loyalis Bamsoet itu mempersoalkan posisinya di AKD.

“Kalau perdebatan urusan menjelang munas ini karena kekecewaan urusan alat kelengkapan dewan (AKD), sudah deh saya mundur saja (dari Wakil Ketua Komisi IV), jadi anggota biasa saja,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/11).

Sebab jika persoalan remeh temeh itu terus dibesar-besarkan menjelang Munas Partai Golkar tidak tertutup kemungkinan akan memicu perpecahan di internal. Dedi berharap Golkar tidak dicederai oleh hal-hal yang bersifat sepele.

Menurut dia, pertarungan di Munas Golkar sebaiknya diwarnai dengan pertarungan gagasan besar, bukan hal remeh-temeh yang digoreng menjadi hal krusial dan menjadi besar.

Terkait dengan pernyataan Bamsoet yang menyebutkan Airlangga menyimpang dari komitmen yang telah disepakati karena banyak menggusur pendukung Bamsoet di AKD maupun partai, termasuk di kepanitiaan munas, menurut dia, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik.

“Kalau perlu difasilitasi DPD I Partai Golkar, teman-teman bersepakat untuk memfasilitasi, membuat pertemuan, membuat kesepakatan baru, dan membangun partai secara bersama-sama. Kami siap memfasilitasi itu sebelum munas,” katanya.

Namun, menurut dia, di sisi lain juga harus ada komitmen para pendukung Bamsoet untuk secara bersama-sama membesarkan partai dan kembali berkomitmen awal untuk tidak lagi ada kompetisi dan ciptakan rekonsiliasi. (dra)

 

Anda mungkin juga berminat