Wakil Ketua DPRD Tegaskan Tidak Halangi Anggota Dewan Untuk Interupsi

565

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Yosia Ardianus Lau (Ardy Lau) mengklarifikasi pemberitaan soal kegaduhan saat digelarnya Sidang Paripurna dalam rangka pembahasan tata tertib.

Pokitisi Golkar itu mengatakan,  bahwa perdebatan itu muncul karena ada beberapa Anggota Dewan yang memberikan statement  yang salah saat interupsi.

“Itu kenapa sehingga saya interupsi, karena pak Frans dan pak Paul itu salah omong. Hal itu dilakukan agar tidak menjadi konsumsi publik,” jelas Ardy kepada garudanews.id, Kamis (7/11).

Ardy menegaskan, bahwa dirinya tidak menghalangi Anggota Dewan lain untuk menyampaikan pendapatnya dalam Sidang Paripurna tersebut.

Menurut dia, apa yang dilakukannya terkait dengan perdebatan saat Sidang Paripurna karena ada dasar hukumnya.

“Yang pasti dasar hukumnya, tidak mungkin saya membabi buta,” ungkap Ardy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sidang Paripurna Luar Biasa DPRD Kabupaten Rote Ndao membahas tata tertib, diwarnai dengan hujan interupsi. Bahkan, kericuhan sempat terjadi saat Wakil Ketua DPRD Paulus Henukh menanggapi berbagai polemik sejumlah Anggota Dewan mengenai Tata Tertib atau munculnya draf baru tanpa melibatkan fraksi-fraksi.

Saat  pembahasan tatib, sejumlah anggota dewan melakukan interupsi. Namun, dari Wakil Ketua Dewan Yosia Ardianus Lau (Ardy Lau)  menghalangi pembicaraan Paulus Henuk yang tidak memberi kesempatan untuk lanjut berbicara.

“Saya minta jangan bahas soal polemik ini, karena ada wartawan, sekali lagi.  Saya juga meminta kepada wartawan agar tidak menulisnya,”  pinta Ardy.

Sementara itu, Paulus Henuk menilai dalam dalam pembahasan rapat draf Tatib tersebut melanggar ketentuan-ketentuan yang ada.

“Ini tidak sesuai prosedur,” ujar Paulus. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat