Bamsoet Mundur dari Pencalonan Ketua Umum Partai Golkar

219

JAKARTA (Garudanews.id) –  Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya bahwa perseteruan dua calon ketua umum Partai Golkar, yakni Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto bakal berakhir dengan rekonsiliasi.

Terlebih kedua tokoh tersebut telah matang dalam berpolitik. Selain itu partai berlambang pohon beringin itu dinilainya cepat dalam mengatasi konflik yang ada di internalnya.

Hal itu menyusul dengan pernyataan mundurnya Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo dari bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar.

“Demi menjaga soliditas dan keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua Umum Golkar periode 2019-2024,” kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Selasa, (3 /12).

Bamsoet menyatakan, keputusan untuk mundur diambil setelah dirinya bertemu dengan tokoh-tokoh partai dan berkomunikasi dengan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie bersama Luhut Binsar Pandjaitan. Pada pertemuan tersebut hadir pula Airlangga Hartanto, di kantor Menteri Koordinator Bidang Maritim.

Bambang mengakui petinggi Golkar memberi nasihat untuk mundur demi menjaga keutuhan partai. Keputusan untuk mundur akhirnya diambil usai pertemuan di kantor Luhut yang berlangsung sekitar 30 menit itu.

Bambang juga tidak memungkiri situasi partai menjelang Musyawarah Nasional malam ini semakin panas. Anggota terbagi menjadi kubu pendukung dirinya dan kubu pendukung Airlangga. Kondisi ini dinilai mengancam kondisi politik nasional dan akan berdampak pada stabilitas ekonomi yang tengah melemah.

Oleh karenanya Ketua MPR itu mengimbau pendukungnya untuk membebaskan diri dari sekat kubu.  (edr)

Anda mungkin juga berminat