Industri 4.0, Sudah Siapkah?

190
Penulis : Yosse Vira Oktaviana, Mahasiswa Fakultas Sastra Inggris semester 1, IAIN Surakarta. Foto: ist

Solo ( Garudanews.id ) – Kawula muda pada era ini memiliki peran peran yang sangat besar terhadap perkembangan zaman. Khususnya mahasiswa, mereka dikenal sebagai pemuda yang mempunyai pemikiran kritis, hal-hal kreatif, pantang menyerah, dan memiliki pandangan yang luas terhadap apapun. Mahasiswa di Indonesia juga dituntut untuk giat dalam melakukan penelitian. Tak jarang pula para mahasiswa menciptakan sesuatu yang baru yang mana hasil itu berguna bagi kehidupan manusia.

Belakangan ini, industry 4.0 gempar gemparnya diperbincangkan di Indonesia. Terjadi banyak kekhawatiran terhadap bangsa yaitu apakah Indonesia mampu bersaing di era industry itu. Tantangan terbesar dalam era industry tersebut bagi bangsa Indonesia adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih itu dapat menggantikan peran manusia seiring berjalan nya waktu.

Manusia memang mustahil untuk bersaing dengan mesin, mengingat pekerjaan mesin lebih cepat daripada manusia, mesin tidak pernah marah, mesin dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dari manusia, dan lain sebagainya.

Akibat dari hal itu, maka di masa yang akan datang akan terjadi banyak pengangguran karena peran manusia telah sukses digantikan oleh mesin. Sehingga apa yang harus kita lakukan?
Sebagai seorang mahasiswa, tentunya harus mengikuti era yang terus berkembang. Namun amat sangat disayangkan karena masih banyak mahasiswa yang kurang faham mengenai teknologi. Tak hanya mahasiswa, tak sedikit pula masyarakat Indonesia yang masih kurang faham dengan teknologi.

Dari hal itu, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan bahkan mahasiswa masih kurang siap dalam menghadapi perkembangan nya teknologi. Kurangnya fasilitas tentunya menjadi salah satu alasan bagi masyarakat Indonesia untuk mempelajari teknologi. Memang di Indonesia sudah mulai menerapkan teknologi yang canggih, namun tidak merata. Hanya kota kota besar yang dapat menikmati teknologi itu. Selain tidak merata, teknologi mempunyai harga jual yang tinggi sehingga menyulitkan masyarakat menengah kebawah untuk mengenalnya.

Masalah lainnya juga timbul melalui pola fikir yang mana sangat berbeda antara pola fikir terdahulu dengan pola fikir sekarang. Sekarang ini sudah marak teknologi yang tujuannya memudahkan manusia, contohnya seperti e-learning, e-commerce, dompet digital, dan lain sebagainya. Namun hal itu masih belum bisa diterima oleh masyarakat. Seperti contoh dalam belanja online, masyarakat Indonesia lebih senang melihat langsung barangnya daripada hanya melihat gambar di internet. Padahal belanja online dapat lebih cepat dan mudah ketimbang terjun langsung ke pasar.

Dari masalah dan tantangan tersebut, yang harus dilakukan seorang mahasiswa adalah bersahabat dengan teknologi dan mulai mengasah softskill. Mahasiswa harus lebih dituntut dalam hal kepemimpinan dan public speaking. Mengapa? Karena hal itu tidak bisa dimiliki oleh mesin. Universitas dan pemerintah juga diharapkan dapat memberikan fasilitas umum berupa teknologi terbaru agar mahasiswa atau masyakat lebih terbiasa dan bisa mengenal lebih jauh mengenai teknologi. Selain itu, seorang pengajar juga sangat berperan penting terhadap era ini.

Sedikit sekali mahasiswa bahkan semua rakyat Indonesia yang mau belajar secara mandiri atau otodidak tanpa pengajar. Dengan adanya pengajar, mungkin akan dapat mempermudah dalam mengenali teknologi tersebut.
Bagi mahasiswa hal yang harus dilakukan adalah mengasah softskill diatas dan mempunyai fikiran yang kreatif. Dengan melatih kepemimpinan dan public speaking, mereka dapat memimpin dengan mempunyai pola fikir yang luas dan dapat berbicara di khalayak umum dengan menggunakan Bahasa inggris maupun Indonesia. Selain itu, dengan memiliki pemikiran yang kreatif maka mahasiswa sastra inggris dapat membuat karya yang menakjubkan.

Dari pemikiran yang kreatif pula, kita akan menghasilkan ide – ide menakjubkan. Mesin tidak bisa muncul dengan sendirinya, ia membutuhkan sesuatu untuk menciptakannya. Dengan memiliki pemikiran yang kreatif, kita dapat menghasilkan mesin yang mana akan berguna bagi kehidupan.(Yos/Cj )

Anda mungkin juga berminat