Meski Bamsoet Mundur, Ridwan Hisjam Tetap Maju Jadi Caketum Golkar

194

JAKARTA (Garudanews.id) – Mundurnya Bambang Soesatyo alias Bamsoet dari bursa Calon Ketua Umum Partai Golkar, yang diikuti Indra Bambang Utoyo dan Agun Gunandjar tidak menyurutkan Ridwan Hisjam untuk maju sebagai bakal Caketum dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-X Partai Golkar yang mulai digelar pada Selasa (3/12/2019) kemarin.

Ridwan mengaku bahwa dirinya tidak akan terpengaruh dengan tiga sahabatnya yang menyatakan mundur dari bursa Caketum Golkar. “Kalau Bamsoet maju-mundur itu sudah biasa. Saya, Ridwan Hisjam terus maju!,” ujar Ridwan di Jakarta, Selasa malam (3/12/2019).

Mantan Ketua DPD Golkar Tingkat I Jawa Timur di era Akbar Tanjung  itu siap beradu gagasan dengan Airlangga dan Caketum lainnya. Selain itu, Ridwan mengaku telah mempersiapkan program Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar jilid II.

“Program saya jelas yaitu Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar jilid II. Melalui program ini saya yakin akan membawa Golkar menang dan berjaya pada Pemilu 2024,” ujar Ridwan.

Terkait dengan tudingan bahwa dirinya tidak mendapatkan dukungan, Ridwan pun tidak menampik hal itu. Karena selama ini dilarang turun melakukan penggalangan ke DPD I dan II.

“Saya kan memang dilarang turun ke DPD I dan II. Soal dukungan nanti kita buka saja saat proses pemilihan dalam arena Munas,” ujar Ridwan.

Seperti diketahui, Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo menyatakan mundur dari bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar.

“Demi menjaga soliditas dan keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua Umum Golkar periode 2019-2024,” kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Selasa, (3 /12/2019).

Bamsoet menyatakan, keputusan untuk mundur diambil setelah dirinya bertemu dengan tokoh-tokoh partai dan berkomunikasi dengan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie bersama Luhut Binsar Pandjaitan. Pada pertemuan tersebut hadir pula Airlangga Hartanto, di kantor Menteri Koordinator Bidang Maritim.

Bambang mengakui petinggi Golkar memberi nasihat untuk mundur demi menjaga keutuhan partai. Keputusan untuk mundur akhirnya diambil usai pertemuan di kantor Luhut yang berlangsung sekitar 30 menit itu.

Bambang juga tidak memungkiri situasi partai menjelang Musyawarah Nasional malam ini semakin panas. Anggota terbagi menjadi kubu pendukung dirinya dan kubu pendukung Airlangga. Kondisi ini dinilai mengancam kondisi politik nasional dan akan berdampak pada stabilitas ekonomi yang tengah melemah. (red)

 

Anda mungkin juga berminat