Polda Jawa Timur Gerebek Gudang Perakitan Senjata Ilegal di Lumajang

235

LUMAJANG (Garudanews.id) – Maraknya penjualan senjata ilegal yang digunakan oleh sejumlah kelompok yang tengah berkonflik di Indonesia ternyata dipasok dari AH, tidak lain merupakan tersangka produsen senjata ilegal dari Lumajang Jawa Timur.

Hal terseut berdasarkan pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan saat menggerebek sebuah gudang perakitan dan penjualan senjata ilegal jenis air gun dan airsoft gun di Kabupaten Lumajang.

Kapolda mengungkapkan, senjata ilegal yang dibuat tersangka AH di Kabupaten Lumajang dijual ke sejumlah daerah konflik yang diperdagangkan tersangka secara online.

Menurut Kapolda, pihaknya telah mengidentifikasi senjata-senjata tersebut dijual ke 18 provinsi di Indonesia, termasuk daerah-daerah konflik seperti Papua, Maluku, Aceh, Sulawesi, dan Kalimantan.

“Senjata berupa senapan angin tersebut ini dipesan oleh orang dari berbagai daerah yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Aceh, Sumatera, Kalimantan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ungkap Kapolda di sela sela penggerebekan senjata ilegal di Lumajang jawa Timur, Sabtu (7/12).

Kapolda mengungkapkan, senjata tersebut diperdagangkan secara daring (online) melalui media sosial dan luar jaringan (offline) seperti toko dan jasa pengiriman barang dengan harga bervariasi mulai Rp3 juta hingga Rp23 juta.

Pelaku sudah memproduksi sekitar 250 pucuk senjata ilegal, dengan karyawan yang dipekerjakan sebanyak 5 orang sejak tahun 2015, bahkan bahan baku yang digunakan untuk membuat senjata ilegal tersebut berasal dari luar negeri melalui pemesanan secara daring.

“Kami akan terus mengembangkan kasus penggerebekan gudang perakitan dan penjualan senjata ilegal di Lumajang. Kasus itu akan menjadi atensi Polda Jatim, sehingga diharapkan dapat mengungkap jaringan perdagangan senjata ilegal itu,” ujarnya. (red)

 

Anda mungkin juga berminat