Politisi Perindo Rote Minta Polisi Usut Hilangnya Benda Berharga di Kamar Hotel

536

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk mengaku kehilangan barang berharganya saat berada di salah satu hotel di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas peristiwa tersebut, politisi Perindo ini langsung mendatangi Polda Nusa Tenggara Timur untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Di mana, kedua cincin emas milikny tertinggal di kamar mandi kamar 107 yang dilepaskan dari jari saat ia mandi. Kemudian Paulus meninggalkan kamar tersebut. Namun saat baru disadari kalau barang berharga miliknya itu telah raib.

Atas peristiwa hilangnya dua cincin miliknya, Paulus Henuk mendatangi pihak Polda Nusa Tenggara Timur dengan laporan Polisi STTL/B/430/XI/Res.I.8/2019/SKPT tertanggal pada Rabu (27/11).

Selain Bukti laporan Polisi, Paulus Henuk juga mengantongi surat pernyataan bermaterai 6000 dari pihak menager Hotel Flobamora City, Johan Dima yang menyatakan telah memindahkan barang tamu ke kamar 207 dari kamar 107.

Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa pemindahan barang tersebut atas permintaan dari Polce Pethan, tak lain adalah bendahara Sekwan DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Terkait dengan musibah yang menimpa kadernya, Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Rote Ndao Arkhimes Molle  meminta agar pristiwa ini diproses secara tuntas oleh pihak penegak hukum dalam hal ini Polda NTT.

“Karena ini sangat tidak rasional barang berharga bisa hilang di kamar hotel,” ujar Arkhimes kepada garudanews.id, Minggu (1/12).

Pihanya juga mendesak aparat kepolisian mengungkap siapa pelaku utama di balik hilangnya barang berharga mlik kader Perindo tersebut.

“Karena yang bersangkutan dalam posisinya sebagai pimpinan lembaga DPRD. Polisi harus memeriksa manajemen hotel, karena diduga ikut  berperan memindahkann babarang-barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya,” sambung Arkhimes.

Arkhimes juga mempertanyakan kapasitas Staf Sekwan melakukan hal terlarang tersebut. Polisi diharapkan mengusut juga keterlibatan Staf Sekwan. Karena ikut mengetahui adanya pemindahan barang milik wakil anggota DPRD Rote tersebut.

Sementara Polce Pethan tak lain bendahara sekwan Rote Ndao yang dikonfirmasi wartawan media ini membantah adanya tuduhan kalau dirinya kong-kalingkong dengan pihak hotel.

“Dalam kasus ini saya juga sudah diminta keterangan penyidik Polda NTT. Jadi untuk kasus ini tidak ada masalah lagi kaka,” katanya. (Dance).

Anda mungkin juga berminat