Terkait Klinik Kecantikan, Ivan Gunawan Diperiksa Polisi

260

JAKARTA (Garudanews.id) – Polres Metro Jakarta Utara beberapa waktu lalu menangkap dua oknum yang yang diduga memiliki masalah terkait klinik kecantikan. Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian juga telah memanggil sejumlah saksi. Terungkap, dari salah satu nama yang dipanggil adalah presenter yang juga desainer Ivan Gunawan. Dalam pemeriksaan Ivan mengaku telah menjawab sejumlah pertanyaan dari pihak penyidik.

“Jadi, saya hari ini diminta kehadiran untuk memberikan kesaksian. Di mana telah tertangkap dua oknum yang memiliki klinik kecantikan,” ucap Ivan Gunawan, Jumat (6/12) kemarin.

Ivan menjelaskan, pada tahun 2016, dirinya pernah menggunakan jasa klinik tersebut untuk membentuk lipatan mata. Ia pun baru mengetahui klinik tersebut bermasalah setelah diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Saya bersyukur diberi kesempatan untuk memberikan kesaksiaan. Saya merasa sebagai public figure, bisa memberi lebih warning dan sifat kehati-hatian buat temen-temenan di luaran sana untuk melakukan sebuah tindakan kecantikan apa pun itu,” kata Ivan sebagaimana kumparan melaporkan.

Pria 37 tahun tersebut mengaku akan lebih berhati-hati dalam melakukan perawatan ke klinik kecantikan agar kejadian serupa tidak lagi menimpanya.

“Saya sekarang semenjak ini kalau mau datang ke klinik kecantikan, saya harus ngecek dulu surat izinnya ada enggak, dokternya oke enggak, pengalaman jam terbangnya gimana. Karena itu jadi satu pelajaran, ya,” ujarnya.

“Karena di bidang medis, orang yang profesional apa pun itu, kalau tidak punya izin praktik, saya rasa memang dihindari. Karena kalau terjadi sesuatu dalam diri kita tidak ada pengaduan,” sambung Ivan.

Untungnya, saat Ivan melakukan perawatan di klinik kecantikan yang diduga tersangkut masalah tentang salon pembuatan kelopak mata ilegal tersebut, dia tidak mengalami keluhan.

Di samping itu, Ivan Gunawan yang mengaku menghabiskan uang senilai Rp 9 juta untuk membentuk lipatan mata ke klinik tersebut tidak merasa merugi banyak.

“Saya enggak pernah merasa dirugikan karena antara kepolisian dengan masyarakat harus bekerja sama karena menyangkut masalah ini. Apabila masyarakat membantu kepolisian, pastinya tidak akan terjadi klinik-klinik tidak jelas,” ucap Ivan. (red)

 

Anda mungkin juga berminat