Tidak lagi Jadi Jubir, Lebih Kesatria Bila Febri Keluar dari Pegawai KPK

296

JAKARTA (Garudanews.id) –  Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai langkah Febri Diansyah yang menyatakan mundur dari Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK merupakan tindakan yang tanggung.

“Pengunduran diri tersebut, menurut saya, sebagai tindakan yang tanggung dan kurang berani,” ujar Emrus dalam keterangannya yang diterima garudanews.id, Jumat (27/12).

Emrus berpendapat, lebih ksatria lagi bila Febri juga mundur dari jabatan sebagai Kepala Biro Humas dan sekaligus dari pegawai KPK.

“Jadi, kalau hanya mundur dari Juru Bicara KPK, masih kurang tegas,” ucap Emrus.

Sebelumnya, Febri menyatakan tugasnya sebagai Jubir KPK sudah selesai. Hal ini menyusul wacana pimpinan KPK 2019-2024 yang akan mencari sosok Jubir baru untuk lembaga antirasuah itu.

“Per hari ini tugas saya sebagai Juru Bicara KPK sudah selesai,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/12).

Febri menyatakan telah bertemu dan berdiskusi dengan para pimpinan KPK mengenai tugasnya sebagai Kabiro Humas sekaligus Jubir KPK. Ia menyebut memang ada perubahan dalam Peraturan KPK No 3/2018 yang menyebutkan ada pemisahan antara jabatan Kepala Biro Humas dan Juru Bicara.

“Saya sudah melaksanakan tugas dan fungsi juru bicara sejak Desember 2016. Sekitar tiga tahun. Saya kira dengan pernyataan kolektif pimpinan kemarin dan sudah saya pastikan juga tadi dengan bertemu pimpinan, maka perjalanan saya sebagai Juru Bicara KPK sudah sampai di penghujung jalan,” tuturnya.

Selanjutnya, Febri mengatakan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai Kepala Biro Humas KPK. “Saya akan fokus dan lebih maksimal menjalankan tugas sebagai Kepala Biro Humas. Interaksi kita masih ada, tapi dalam konteks yang berbeda,” ujar Febri. (mhd)

 

 

Anda mungkin juga berminat