Di Ruang Persidangan Romy Bacakan Puisi untuk Anak dan Istri

293

JAKARTA (Garudanews.id) – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy alias Rommy membacakan dua puisi yang diberi judul ‘Khadijahku’ dan ‘Dzuhurku Dilipat Sendu’. Dua puisi tersebut diciptakan Rommy untuk sang istri dan anak-anaknya.

Mengutip Antara, sebelumnya, Rommy sempat meminta kepada majelis hakim untuk membebaskannya dari segala tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

“Izinkan dengan segala kerendahan hati, dan menimbang seluruh fakta persidangan, saya memohon Yang Mulia untuk membebaskan saya dari segala tuduhan, memulihkan seluruh martabat dan kehormatan saya, serta mengembalikan saya kepada anak dan istri saya yang sampai hari ini tetap saya larang untuk hadir di majelis ini,” katanya seperti dilansir Antara pada Senin (13/1/2020).

Romy kemudian meminta izin majelis hakim untuk membaca 2 puisi yang ia tulis selama menjalani masa tahanan. Saat membaca puisi terkait anaknya, Romy menangis.

Berikut 2 puisi yang dibaca Romy:

Khadijahku

Khadijahku

Engkaulah hidupku

Yang menemani pasang dan mendampingi surutku

Yang menopang gentar dan menyangga beraniku

Di tiap Malam Minggu bertahun-tahun lalu

Aku setia mengunjungimu

Menandai masa-masa kita menyemai benih rindu

Yang seiring waktu kuyakini

Cinta itu mendendangkan nada yang semakin merdu

Dalam kebahagiaan di luar sana

Bersama buah hati yang kita sangat mencintainya

Khadijahku

Sepuluh bulan berlalu

Musim beradu

Seminggu dua atau tiga kali sahaja

Kau setia menjengukku dalam sendu dan haru

Menandai cinta kita di babak yang baru

Tak runtuh sedikitpun pertahananmu

Sementara … lebih banyak menitik air mataku

Karena berpisah denganmu amat lah menyiksaku

Khadijahku

Kuharap engkau tetap dalam keteguhanmu bak perahu Nabi Nuh menantang samudera

Bersama keceriaan qurrata a’yun yang rela kukorbankan apapun untuk kembali bersamanya

Semoga Allah kabulkan tangis dan pintaku yang kini masih dalam gelimang dosa

Untuk kembali bersamamu segera

Yang tak disela lagi atau ditunda Karena rinduku tak tertahan … padamu dan anak kita

Dzuhurku Diliput Sendu

Dzuhurku diliput sendu

Yang memandu sejak pelukan pertama anakku

Membuncah hingga perpisahannya denganku

Ternyata ia begitu menyayangiku

Begitu pun aku

Anak semata wayangku

Dengan istri tercinta yang selalu setia menemaninya dan menemaniku

Benarlah Baginda Nabi SAW berkata

Tanyalah hatimu untuk menimbang apakah sebuah perkara termasuk dosa

Ternyata hati memang tak berdusta

Aku sangat mencintainya

Dan ingin selalu berada di samping untuk mendidiknya

Selagi umurku masih bersisa

Dari caranya memeluk dan memegangi sepanjang ia ada

Aku tahu ia merasakan hal yang sama

Kerinduan yang hanya bisa dirasakan dari seorang ayah kepada anak dan sebaliknya

Anakku

Maafkan ayahmu

Yang telah membuatmu menahan pilu

Meski kau sembunyikan dalam kedewasaan dan kematanganmu

Yang terpaksa kau jemput sebelum kau mau

Tetesan air matamu mengguncangkanku

Ternyata rinduku untuk membelaimu yang tertahan sekian waktu

Meledak hari ini dalam dzuhurku

Anakku

Aku kuat menjalani semua keterbatasan yang saat ini menyertaiku

Namun yang tak aku kuat adalah berpisah denganmu dan ibumu

Doakan selalu ayahmu

Dalam dzikir dan sholatmu

Untuk segera berkumpul kembali denganmu

Dan dengan ibumu yang tak pernah lelah mencintai ayahmu

Anakku

Kucoba menahan air mata saat bersamamu

Bukan karena aku ingin terlihat kuat di depanmu

Namun karena aku tak ingin memperpanjang jeritan batinmu

Yang kutahu dalam diam mu menangisiku

Anakku

Kutitipkan ibumu

Meski hanya setiap libur semester kau bisa mengunjungiku

Tapi kau lah yang sehari-hari bersama separuh nyawa ayahmu

Jagalah kesehatannya

Dan jagalah hatinya

Doakan panjang umurnya

Hingga kelak kami menimang anakmu Ingatlah surgamu di bawah telapak kaki ibumu

Anakku

Peliharalah akhlakmu

Karena dengan akhlak itu lah kau akan dikenang orangorang yang pernah bertemu denganmu,

Meski separuh dunia lainnya membencimu,

Peliharalah agamamu dengan terus mendalaminya dengan ilmu,

Karena agama itulah yang akan memandu hidupmu,

Tinggikanlah ilmumu,

Karena dengan ilmu itulah di dunia akan dihargai hidupmu

Anakku

Dengan tetesan air mata puisi ini kutulis

Sebagai rasa haru atas kunjunganmu yang menyisakan rindu

Teriring doa pada Tuhan Sang Maha Cinta

Semoga kita sekeluarga dikumpulkannya kembali segera

Anakku … aminkan doaku

Dalam perkaranya, Romy dituntut hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan.

Ia dinilai terbukti menerima suap dari Haris dan Muafaq. Perbuatan Romy dianggap melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Edr)

 

Anda mungkin juga berminat