DPRD DKI Diduga Mulai Masuk Angin Sikapi Revitalisasi Monas

Gilbert: Pemda Harus Hentikan Upaya Pembohongan Publik

184

JAKARTA (Garudanews.id) –  Aksi saling lempar tanggungjawab yang dilakukan anak buah gubernur DKI Jakarta, dalam menyikapi persoalan revitalisasi Monas mendapatkan sorotan kalangan politisi PDIP.

Apalagi, hasil peninjauan yang dilakukan Komisi B ke lokasi revitalisasi justru sangat berbeda dengan kenyataan. Pohon-pohon yang sudah puluhan tahun berada di kawasan tersebut, justru sudah menghilang karena ditebang. Hal itu diperparah lagi, jika kawasan revitalisasi bukan masuk dalam cagar budaya.

“Ini kan sangat jelas, ada kebohongan publik yang dilakukan oleh Pemda DKI. Kalau memang dipindah, kemana dipindahnya,” ujar anggota Komisi B, Gilbert Simanjuntak kepada jaringan media HNN, jaringan garudanews.id, Senin (27/1/2020).

Menurutnya, untuk mengungkap kebenaran terkait polemik revitalisasi Monas. Komisi B DPRD DKI, harus segera melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait, seperti Setneg, Dinas Citata, Pariwisata dan pihak lainya yang berkaitan. Sebab, selama ini pihak yang terkait, justru terkesan buang badan dan cenderung saling menyalahkan terkait revitalisasi kawasan Monas tersebut.

“Secepatnya harus ada pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Agar persoalan revitalisasi bisa terang benderang. Tidak seperti sekarang ini, yang kesannya justru saling lempar badan,” beber Gilbert.

Sayangnya, agenda pemanggilan pihak-pihak yang terkait dalam revitalisasi Monas. Justru urung dilakukan, karena diduga DPRD ‘masuk angin’ dalam menyikapi polemik revitalisasi Monas.
Surat yang kabarnya sudah dibuat, justru harus mengalami pembatalan dikirim pada pihak yang terkait.”Tidak ada pembatalan. Hanya rescedule terhadap agenda rapat. Dan itu sudah disepakati oleh anggota Komisi B secara menyeluruh,” beber ketua Komisi B, Abdul Aziz.(hnn)

Anda mungkin juga berminat