Gubernur Imbau Kontestan Pilkada Tidak Cederai Demokrasi

511

SUMBAWA (Garudanews.id) -Menjelang Pilkada serentak 23 September mendatang, konstelasi politik di Kabupaten Sumbawa mulai memanas.

Sejumlah elit saling melemparkan serangannya kepada pasangan calon lain. Kondisi ini pun  membuat Gubernur NTB angkat bicara. Menurutnya meski berbeda pilihan, semua pihak harus menjunjung tinggi demokrasi.

“Tidak benar saya selaku gubernur merusak demokrasi. Maka saya minta kepada seluruh kandidat bakal calon Bupati /Wakil Bupati untuk tidak mencederai demokrasi,” ungkap Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah saat perayaan HUT Sumbawa ke-61 yang digelar di halaman kantor Bupati Sumbawa jalan garuda nomor 1 Sumbawa. (22/1/2020)

Menurutnya menjadi Bupati di zaman now ini bukan memilih Bupati yang tidak memikirkan desa darat (kampung halaman red) tapi memilih Bupati itu adalah sosok yang ikhlas ingin membangun kampung halamannya.

“Tidak boleh kita menjadi Bupati untuk tim sukses, Bupati untuk kelompok maupun menjadi Bupati untuk keluarga dan sahabatnya. Tapi jadilah Bupati yang rendah hati untuk membangun negeri,” tegas Gubernur.

Gubernur mengingatkan jangan menjadi Bupati untuk melukai perasaan yang lain. Dan jadikan kontestasi pilkada ini yang menyejukan hati semua rakyat.

“Jangan sampai berbeda pilihan kita sesama anak bangsa gontok-gontokan, apalagi ingin mencederai calon lain itu tidak boleh dan kita haris takut kena azab,” tukasnya.

Gubernur mengajak ajang pilkada tahun ini disambut dengan baik dan tanpa harus melukai satu sama lain.

“Mari kita songsong pilkada ini dengan sesama anak bangsa dan jangan sampai ada orang yang terluka,” tandasnya.

Masih menurut Gubernur saat ini Sumbawa sudah maju dan bagus. Pemilukada yang akan dilaksanakan kedepan ini jangan sampai membuat masyarakat bercerai-berai.

“Jangan sampai karena pilkada persaudaraan terganggu, dan jangan karena perbedaan partai merusak ukhwah islamiyah kita,” harap Gubernur (her/hnn)

Anda mungkin juga berminat