Kapolda Papua Buru Penyelundup Senjata dan Amunisi

191

PAPUA (Garudanews.id) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menegaskan bahwa pihaknya akan memburu pelaku penyelundup sejata api beserta amunisi dari luar negeri ke wilayah tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat, bahwa penyelundupan senjata bukan hanya dari dalam negeri, ada juga dari luar negeri.

“Ada indikasi dari perbatasan itu juga masuk. Lalu dari Filipina juga masuk melalui Maluku Utara, kemudian ke Sorong Papua Barat lalu masuk ke Papua. Banyak jalan yang mereka gunakan. Itu yang sedang kami lacak,” kata jenderal polisi bintang dua ini kepada wartawan, Senin, (13/1/2020).

Kapolda juga mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah senjata rakitan dari daerah Lumajang, Jawa Timur dengan kondisi yang cukup modern. Beberapa diantaranya sudah masuk ke wilayah Papua.

Untuk itu, ia meminta dukungan dan bantuan masyarakat setempat untuk memberitahukan kepada pihak berwajib jika mengetahui informasi adanya transaksi senpi dan amunisi.

Menurut dia, kasus penyelundupan senpi dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menjadi pekerjaan besar dan berat yang harus ditangani serius dengan melibatkan semua pihak terkait.

Ia menambahkan, dengan memegang senjata, KKB juga ingin makan enak, ingin perempuan, ingin hidup mewah dan memiliki uang banyak. Gerakan separatis itu juga menekan aparat pemerintah seperti kepala-kepala desa untuk menyetor dana.

“Itu kebiasaan mereka, meski jumlahnya tidak besar, KKB Nduga diketahui selalu memanfaatkan warga sipil terutama ibu-ibu, anak-anak dan kaum perempuan sebagai tameng.  Kondisi itulah yang kadang-kadang membuat kami sulit melakukan upaya hokum yang tegad kepada mereka,” tandasnya.

Oleh karena itu, Kapolda berharap semua pihak perlu duduk bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memikirkan cara terbaik dalam menyikapi kasus ini ke depan.

“Makanya kita semua perlu duduk bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memikirkan cara terbaik dalam menyikapi kasus ini ke depan,” pungkas Kapolda. (Mam)

 

Anda mungkin juga berminat