Kunjungi Kota Bekasi, Walikota Bengkulu Kagumi Tradisi Pemkot Bekasi

309

BEKASI, (Garudanews.id) – Rintis kerjasama antar daerah, Pemkot Bekasi mendapat kunjungan dari pemerintah kota Bengkulu. Kedatangan Walikota Bengkulu Helmi Hasan diterima langsung oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi di ruang rapat Walikota Bekasi, Kamis (23/1).

Kedatangan Walikota Bengkulu dalam rangka kerjasama pendayagunaan potensi daerah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat yang religius. Dalam kesempatan tersebut nampak hadir para Staf ahli pemerintahan , Staf ahli Pembangunan, Ka. DPMPT-SP, Ka. Dinsos, Ka. Disparbud, Ka. Diskominfo, Kabag. Kessos, Kabag Humas, Kabag Tata Usaha Setda Kota Bekasi.

“Alhamdulilah baru saja ditandatangani nota kesepahaman, mudah-mudahan interaksi 2 pemerintah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah bisa berlangsung dengan baik, Bapak H. Helmi menyampaikan beberapa kebijakan yang perlu kita tiru seperti mengasuh beberapa anak yatim melalui pemberian TPP oleh Kepala Daerah dan lainnya,” ujar Walikota Bekasi Rahmat Effendi usai tandatangai surat kerjasama dengan pemerintan kota Bengkulu.

Selanjutnya, Rahmat effendi juga menjelaskan secara singkat sejarah Kota Bekasi (Luas, jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia) dan untuk Pendapatan Kota Bekasi mengandalkan jasa dan perdagangan karena tidak ada sumber daya alam di Kota Bekasi.

” Kita (Kota Bekasi) dengan luas wilayah 210 Km² dan jumlah penduduk 2.9 Juta Jiwa tidak punya (Sumber Daya Alam) hanya ada jasa dan perdagangan yang mengandalkan kepercayaan, beberapa pengurusan data kependudukan sudah mencapai kelurahan dan kecamatan ditambah lagi dengan adanya Mall Pelayanan Publik,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan menuturkan bahwa kedatangannya ke kota Bekasi untuk melihat dan mengadopsi pelayanan ataupun potensi positif yang ada di kota Bekasi.

“Saat ini Pemerintah bukan saling berkompetisi melainkan untuk saling berkolaborasi, ketika ada suatu kebaikan kita tidak sungkan atau malu untuk segera menduplikasinya karena namanya kebaikan sifatnya universal,” kata Helmi.

Helmi terkesan dengan adanya kewajiban menggunakan pakaian adat di lingkungan kantor pemerintahan kota Bekasi yang pastinya akan menjaga tradisi dan kebudayaan lokal.

“Saya melihat di Kota Bekasi setiap Perbedaan diberikan ruang, inilah yang ingin ditampilkan seperti hari ini, salah satunya kita ingin mencontoh penggunaan pakaian adat di lingkungan Kantor karena beragamnya kebudayaan yang ada di Indonesia,” ujar Helmi

Helmi Hasan menyampaikan beberapa kebijakan yang telah dikerjasamakan oleh Pemerintah Bengkulu seperti pengangkatan anak yatim oleh pejabat pemerintah, Program Peduli siswa, pelayanan tambahan rumah sakit untuk warga kurang mampu, dan penggunaan kendaraan dinas untuk warga yang melamar, semua program tersebut dijalankan tanpa menggunakan APBD.

“Karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota mempunyai TPP maka kita sisihkan uang untuk mengangkat anak yatim dan diikuti dengan pejabat pemerintah lainnya , dengan tujuan untuk menghadirkan Pemerintah ditengah-tengah kemasyarakatan,” imbuhnya.

“Setiap Jumat, kita menggerakan anak SD dan SMP menabung untuk membantu temannya yang susah, ketika upacara Senin ada siswa yang tidak memiliki sepeda dibelikan sepeda oleh kawannya, sehingga anak – anak tersebut sudah ditanamkan rasa sayang sedari kecil ,”ungkapnya.

“Di Rumah sakit Kota Bengkulu terutama yang miskin diberikan pelayanan tambahan seperti creambath gratis, pedicure gratis, massage gratis sehingga mereka bisa bahagia merasakan apa yg dirasakan oleh orang lain dan ada makan gratis setiap hari Jumat bagi warga kurang mampu, Terakhir, karena pernikahan merupakan momen menjadi raja satu hari ,Kita mempersilahkan Sabtu – Minggu untuk menggunakan kendaraan dinas untuk warga yang ingin melamar,” tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif , foto bersama dan tukar menukar cinderamata antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Kota Bengkulu (Mam).

Anda mungkin juga berminat