Lutfi Mengaku Disetrum Polisi, Polri: Kita hormati proses sidang

203

JAKARTA (Garudanews.id) – Terdakwa Dede Lutfi Alfiandi yang pernah viral dan membawa bendera Merah-Putih saat demo pada 30 September 2019 beredar di media sosial beberapa waktu lalu, saat menjalani persidangan, pelajar STM itu mengungkapkan pernyataan yang mengejutkan.

Di depan majelis hakim, ia  mengaku dipaksa polisi untuk mengakui melempar batu ke aparat kepolisian. Selain dipukul, Lutfi juga mengaku disetrum oleh polisi agar mengakui perbuatannya tersebut.

Hal tersebut disampaikan Lutfi dalam persidangan pada Senin (20/1/2020) kemarin. Lutfi menyampaikan hal tersebut dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

“Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain,” kata pengacara Lutfi, Sutra Dewi kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) lalu.

Menyikapi pengakuan Lutfi, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati proses sidang di pengadilan. Polri masih akan menunggu sampai putusan sidang itu berakhir.

“Biarkan sidang berjalan dengan rampung, sidang belum rampung sudah ditanya. Nanti jelas selesai putusannya seperti apa. Kita pada prinsipnya polisi apa? Sesuai dengan aturan semua setiap kegiatan ya,” jelas Karo Penmas Brigjen Argo, Rabu (22/1/2020).

Brigjen Argo mengatakan Polisi telah melaksanakan mekanisme penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan prosedure. Jenderal bintang satu ini menyatakan akan menunggu hasil putusan siding. “Nanti selesai dulu (sidangnya). Kita hormati proses sidang,” ucapnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat