Pastikan Hak Perempuan dan Anak Korban Bencana Terpenuhi

Menteri Bintang Resmikan Pos Ramah Perempuan dan Anak di Lebak

168

LEBAK (Garudnaews.id) – Kabupaten Lebak merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terdampak bencana cukup parah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di awal 2020. Untuk itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengunjungi, menyapa dan memberikan bingkisan bagi anak-anak korban bencana sekaligus meresmikan Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) di Lebak, Banten.

“Mewakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah evakuasi dan perlindungan pasca bencana yang dilakukan banyak pihak, seperti BASARNAS, BNPB, TNI, Polri, Kementerian Sosial, Pemda, dan masyarakat yang telah memprioritaskan anak, perempuan, ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan penyandang disabilitas dalam pemberian kebutuhan dasar saat penanggulangan bencana di Lebak, Banten,” ungkap Menteri Bintang saat mengunjungi para korban bencana di Dodiklatpur Rindam III Siliwangi, Kabupaten Lebak, Banten,  Senin (13/1/2020).

Data BNPB menunjukkan 6 kecamatan dan 30 desa di Lebak terdampak bencana. Akibat hal ini, tercatat 9 orang meninggal, 2 orang hilang, dan 16.163 warga harus mengungsi ke 8 titik pengungsian.

“Di Posko ini, kami mencatat ada 643 jiwa pengungsi yang terdiri dari 320 perempuan, 40 anak usia Balita, 144 anak usia 6-17 tahun dan 48 orang lansia. Meskipun Kemen PPPA bukan kementerian teknis yang dapat memberi bantuan logistik dalam jumlah besar, namun kehadiran kami di sini untuk memastikan terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak dengan baik dalam penanggulangan bencana di Lebak,” tutur Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga menyampaikan duka cita mendalam dan turut prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat di Lebak.

“Semoga saudara-saudara dan anak-anakku sekalian diberikan ketabahan, keikhlasan dan kekuatan untuk bangkit kembali dari bencana ini. Tetap semangat, semoga bencana tidak terjadi lagi dan kita semua selalu dalam lindungan Tuhan, amin,” tutur Menteri Bintang.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak menunjukkan ada 19 bangunan sekolah yang rusak berat dan mengakibatkan 1.253 siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar. “Meskipun begitu, anak-anakku semua masih tetap semangat untuk belajar kan?,” tanya Menteri Bintang kepada anak-anak korban bencana di lokasi pengungsian.

“Semangaaat,” jawab anak-anak di lokasi pengungsian dengan antusias.

Lebih lanjut Menteri Bintang juga berpesan kepada anak-anak korban bencana yang belum dapat kembali belajar di sekolah asal mereka untuk dapat belajar di sekolah darurat atau dimanapun yang memungkinkan.

“Kalian adalah generasi penerus dan harapan bangsa, biar bagaimanapun sekolah merupakan hal penting dan hak utama kalian,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang tidak lupa mengajak masyarakat di Lebak untuk ikut menjaga bumi dan lingkungan dengan hidup bersih serta menghemat energi.

“Hindari membuang sampah sembarangan yang dapat menutup saluran air sebagai penyebab banjir. Hindari menebang hutan tanpa diikuti reboisasi untuk mencegah terjadinya tanah longsor dan banjir bandang akibat hujan. Hal-hal kecil inilah yang harus kita lakukan dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Mari kita jaga alam, maka dengan begitu alam akan menjaga kita,” jelas Menteri Bintang. (Edr)

Anda mungkin juga berminat