Anggaran Rp100 Miliar Dikucurkan untuk Pembangunan Infrastruktur di Sumbawa

366

SUMBAWA (Garudanews.id)  – Setelah sempat tertunda di tahun 2019 lalu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan Satker Pembangunan Jalan Negara (PJN) Wilayah II NTB, akhirnya menggelontorkan anggaran Rp 47 Miliar untuk pembangunan ruas dua jalur (boulevard) jalan garuda tahun ini.

“Anggaran itu untuk pembangunan jalan garuda sepanjang 1,5 Kilometer dan jembatan pelimpit Brang Biji,” sebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah II NTB ruas jalan dalam Kota Sumbawa- Poto Tano Mustafa ST MT, kepada awak media usai berkordinasi dijalan manggis nomor 7 Sumbawa Senin (27/01/2020).

Dijelaskan Mustafa, PPK PJN-II ini, sesuai DIPA yang diterima dari Pusat, untuk pembangunan dan pemelihaaan jalan negara dan jembatan di Sumbawa dan Sumbawa Barat Pemerintah Pusat tahun anggaran 2020 ini menggelontorkan  anggaran melalui Satker PJN Wilayah II NTB sekitar Rp 100 Miliar.

Anggaran tersebut, sambungnya, dialokasikan untuk beberapa paket meliputi tiga  paket reservasi, paket pembangunan lanjutan jalan Samota, paket jembatan pelimpit Brang Biji dan paket jalan Garuda Sumbawa Besar serta dua paket pembangunan jembatan nasional di Km 70 Sepayung – Dompu dengan bentang 15–15.

Khusus untuk pembangunan jalan Samota sepanjang 1,5 Kilomter dimulai dari Seaside Hotel  menuju jembatan Samota II juga dilaksanakan dalam tahun ini. Sedangkan untuk pembangunan lanjutan jalan Garuda tahap II, dari depan Perum Bulog hingga depan IGD RSUD Sumbawa tersebut menelan anggaran sekitar Rp 12 Miliar dan untuk pembangunan jembatan pelimpit sebesar Rp 35 Miliar.

“Saat ini proses tender  sedang berlangsung  dan diharapkan action lapangan dilaksanakan paling lambat Maret 2020 mendatang,” ujarnya.

Disinggung soal sejumlah utilitas milik PT PLN, PT Telkom dan PDAM di ruas jalan Garuda Sumbawa, Mustafa menyebutkan, masasalah tersebut sudah dibahas saat rapat koordinasi dengan Pemda Sumbawa.

Ia berharap sebelum action lapangan pembangunan jalan garuda  tersebut, maka seluruh utilitas milik PT PLN dan PT Telkom, termasuk tugu kerapan kerbau didepan Bandara harus sudah dibersihkan.

“Khusus untuk pembenahan jaringan pipa PDAM nanti akan disesuaikan dengan kegiatan dilapangan karena menyangkut jaringan distribusi air kepada pelanggan,” cetusnya.

Sementara itu, untuk pemeliharaan  jalan berkala Negara terdapat tiga paket presentasi  dibawah penanggung jawab (kordinator) tiga PPK terdiri dari paket pemeliharaan jalan 2.1 Simpang Tano – Taliwang dan Taliwang – Jereweh – Benete dan paket jalan  2.2 Simpang Negara – Batas Kota Sumbawa Besar, serta paket jalan 2.3  dari Pal 4 – Km.70 – Batas Dompu.

“Semuanya satu paket pemeliharaan jalan yang mencakup Satker Pembangunan Jalan Negara (PJN) – II Sumbawa dengan kegiatan sistem tambal sulam (Sporadis), karena itu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program pembangunan jalan dan jembatan nasional tersebut,” katanya. (hrm/hnn)

Anda mungkin juga berminat