Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg Dinilai Disinsentif bagi UMKM

245

JAKARTA (Garudanews.id) –  Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (Akses), menilai rencana pemerintah untuk mencabut subsidi Gas 3 kg adalah bentuk disinsentif untuk UKM. Kebijakan ini jelas akan merugikan UMKM dan disinsentif  terhadap usaha mereka.

Ketua Akses Suroto, mengatakan pelaku usaha yang ada di Indonesia saat ini didominasi usaha mikro dan kecil.  Jumlah mereka 99,9 persen atau 64 juta pelaku usaha. Mereka sangat bergantung pada pemberian insentif fiskal dan salah satunya berupa subsidi gas.

“Kalaupun ditinjau dari kebutuhan rumah tangga biasa, mereka itu juga kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Jadi tidak ada alasan pembenar yang rasional,” ujar Suroto dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Rabu (29/1/2020).

Suroto mengatakan, pencabutan subsidi ini jelas kontraproduktif terhadap upaya pemerintah yang katanya ingin melakukan “scaling up” untuk usaha mikro dan kecil. Selain akan memicu inflasi dan menggerus daya beli masyarakat kecil.

“Kami memahami bahwa pemerintah sekarang sedang menghadapi defisit fiskal yang besar. Tapi dengan mencabut subsidi gas 3 KG ini akan membuat usaha kecil semakin terjepit,” imbuh dia.

Dikatakannya, pencabutan subsidi gas 3 kg ini jelas tidak fair dan ini menandakan kalau pemerintah selalu menjadikan rakyat kecil  selalu sebagai bumper. “Sebut misalnya dalam kenaikan beban listrik dan iuran BPJS,” imbuh dia.

Defisit fiskal yang ada saat ini, kata dia, karena kesalahan pemerintah yang terlalu boros dalam pengeluaran rutinya dan juga pengeluaran yang terlanjur ugal ugalan untuk fokus pada infrastruktur. Selain pengendalian yang kurang terhadap produk importasi.

 

“Mereka yang menikmati  keuntunganya selama ini juga  kelas menengah dan atas. Bukan masyarakat kecil di bawah. Pemerintah coba lihat di lapisan bawah. Hidup mereka saat ini sudah benar benar tercekik,” tandas Suroto.

Dia menambahkan, kalaupun akan diadakan kompensasi bagi UMKM, menurut dia, hal itu tidak akan mendidik. “Mereka harusnya malah perlu diberikan insentif lainya untuk ciptakan ‘reserve fund’ agar bisa melalukan reinvestasi dan menaikan kelasnya. Bukan dengan pemberian cash,”ucap Suroto.

Seperti diketahui, harga gas saat ini sekitar Rp18 ribu – Rp21 ribu. Kalau subsidi dicabut menjadi Rp 35 Ribu. Sedangkan besaran subsidi Gas 3 kg selama ini sekitar 50,6 Trilyun. (Edr)

 

 

Anda mungkin juga berminat