PAPD Laporkan Azis Syamsudin ke MKD DPR RI

233

JAKARTA (Garudanews.id) – Kasus dugaan korupsi pengesahan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah yang menyeret nama Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin sepertinya luput dari perhatian publik.

Kasus tersebut sepertinya tertutup dengan mencuatnya pemberitaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang melibatkan nama politisi PDIP Harun Masiku.

Azis Syamsudin dilaporkan Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terkait kasus pengesahan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah.

Perwakilan PAPD Agus Manalu menjelaskan motif melaporkan politisi Golkar tersebut ke MKD berdasarkan pengakuan dari Mustofa selaku mantan Bupati Lampung Tengah pada 25 Desember 2019 lalu yang meminta fee sebesar 8% dari pengelontaran dana khusus pada APBN 2017.

“Jadi Hari ini kami dari Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi dan kuasa hukum dari KAKI akan melaporkan saudara Azis Syamsudin selaku Wakil Ketua DPR RI terkait adanya dugaan permintaan fee sebesar 8% dari pengelontaran DAK berdasarkan keterangan dari Mustafa selaku mantan Bupati Lampung Tengah yang terlebih dahulu sudah disidangkan perkaranya dan harapan kami KPK harus lebih berani lagi untuk menindak,” ujar kuasa hukum dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) ini, Senin (13/1/2020).

Sebelumnya, PAPD juga sudah melaporkan kasus ini ke KPK. Menurut dia, tujuan melaporkan Azis ke MKD, agar wakil rakyat itu bersih dan tidak terjadi lagi permasalahan yang sama di kemudian hari.

“Kemarin kita udah lapor ke KPK, kenapa kita laporkan juga ke MKD karena kita ingin wakil rakyat itu bersih selama ini yang banyak main main itu adalah wakil rakyat, harapan kami MKD segera memanggil Saudara Mustafa karena Saudara Mustafa ini memiliki bukti bukti yang kuat terkait permintaan Dana Alokasi Khusus sebesaar fee 8%, harapan kita ini tidak mentok tidak Mustafa tapi rentetan rentetannya juga harus terungkap,” ujar Agus.

Agus menambahkan, pihaknya akan terus melakukan follow up terkait kasus ini dan berharap kasus ini segera dibereskan supaya hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kami akan terus follow up kasus ini, kalau nanti bukti ada yang mesti dilengkapi kita kan lengkapi harapannya kasus ini segera ditindaklanjuti supaya tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari,” tutup Agus. (Red)

Anda mungkin juga berminat