Program PTSL Pemerintah Kerap Disalahgunakan Oknum Aparat Desa

334

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat ini terus mendorong kebijakan pembuatan sertifikat tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah agar masyarakat  mendapatkan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanahnya.

Namun, sayangnya program yang cukup mendapat antusias positif dari  publik itu, masih saja dimanfaatkan oleh oknum aparat desa.

Salah satunya yang menjadi korban dari ulah oknum desa adalah warga desa Oelolot Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, yang diketahui bernama Daud Sine. Ia mengaku sebidang tanahnya sudah beralih nama dan diduga dijual oleh oknum Kepala Desa kepada salah seorang warga negara asing.

Padahal, kata Daud, tanah yang dimilikinya merupakan peningggalan dari orang tuanya. Hal itu berdasarkan surat-surat yang ia miliki dari sejarah waris tanah tersebut.

“Kami sempat kaget, kena itu tanah sudah berpindah tangan ke warga negara asing. Padahal saya tidak pernah menjualnya. Kami menduga ada oknum desa yang bersekongkol denga oknum pejabat BPN, sehingga dengan mudah memanipulasi surat,” ujar Daud kepada garudanews.id, Minggu (19/1/2020).

Terkait dengan persoalan tersebut, mantan Kepala Desa Oelolot Ardianus Nalle menjelaskan, pada tahun 2013 s/d 2017 itu dirinya mengetahui betul bahwa tanah yang saat ini dikabarkan dijual oleh oknum Kades itu adalah pemilk sahnya adalah Daud Sine.

Ardianus pun mengecam tindakan Kepala Desa Oelolot Estefanus Alnabe bersama Soleman Bella tak lain adalah kepala dusun yang diduga telah menjual tanah tersebut tanpa berkordinasi dengan pemilik tanah yakni Daud Sine.

“Padahal tanah tersebut telah di lakukan pembersihkan dari tahun berganti tahun sampai palbatas jalan dan batas-batas tanah yang merupakan pilar. Namun anehnya tiba-tiba Kades Oelolot Estefanus Alnabe dan Soleman Bella memunculkan nama orang yang ikut mengusai dan memiliki tanah tersebut. Sedangkan sudah jelas dan terang benderang bahwa tanah tersebut adalah hak penguasaan oleh pemilik sah adalah Daud Sine,” kata Ardianus Nalle kepada garudanews.id, Sabtu (18/1/2020).

Di tempat yang berbeda Jermias Sine selaku pembeli atas tanah milik Daud Sine, yang di konfirmasih media mengaku jika tanah yang diatas namakan dirinya itu milik umum alias tanah tak bertuan.

Dia pun mengakui tanah di Dusun Lenoen sudah dijual ke warga negara asing dengan harga Rp 1 miliar lebih dengan menggunakan nama dirinya sebagai pembeli.

“Uang dari hasil penjualan tanah itu sudah kami bagi se semua warga,” jelas Jermias Sine.

Kepala Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat, Estefanus yang di konfirmasi mendia ini mengaku tidak tahu terkait persoalan penjualan tanah tersebut.

“Saya tidak bisa jelaskan walau pun saya tahu.  Tapi saya ini Kepala Desa, jadi fungsi saya sebagai aparat desa, maka saya akan panggil mereka untuk mediasinya seperti apa . Nanti baru saya jelaskan lagi,” kata Kades singkat.

Menanggapi penjualan tanah kepada warga negara asing, Direktur Lembaga Riset Dan Pengembangan Desa (Riped) Muhammad Rizal, dihubungi media ini menjelaskan, langkah yang diambil oleh pemerintah desa telah menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni tentang hak penguasaan tanah sepadan pantai.

“Terkait itu sudah jelas dalam undang-undang tahun 2007 pasal 27 tentang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, yang mengatur jarak dari maksimal pasang surut air laut, yaitu 60 meter hingga 100 meter dan itu sudah masuk dalam pelanggaran pidana pada pasal 385 ayat 1-6 KUH Pidana tentang mengambil tanah orang lain yang bukan haknya,” jelas Muhammad Rizal.  (Dance H)

 

 

Anda mungkin juga berminat