Publik Dihebohkan oleh Kemunculan Dua Raja

247

JAKARTA (Garudanews.id) – Entah apa yang terjadi, masyarakat seolah tidak mempercayai dengan kepemimpinan di negeri ini. Sehingga muncul kelompok untuk membuat komunitas tersendiri dalam mengatur tatanan pemerintahannya.

Seperti baru-baru ini, publik dihebohkan dengan munculnya Raja dan Ratu Sejagat yang bermarkas di salah satu desa di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Berdasarkan pengakuannya, Raja Keraton Agung Sejagat yang diketahui bernama asli Toto Santoso (41), itu mengaku sebagai titisan Raja Majapahit dan mengklaim sosok pemersatu dunia.

Namun, dalam perjalanannya Raja yang memiliki pengikut kurang dari lima ratusan itu berhasil diendus oleh aparat kepolisian. Bahkan, berdasarkan hasil penyidikan ditemukan adanya unsur penipuan yang dilakukan oleh Raja dan Ratu tersebut.

Belum genap satu pekan pengungkapan kasus Raja dan Ratu Sejagat oleh pihak polisi, kini warga Blora juga tengah geger dengan keberadaan kerajaan baru yang menamakan diri Keraton Djipang. Kerajaan ini terletak di Kecamatan Cepu.

Kemunculan kerajaan baru itu kemudian terendus kepolisian. Kapolres Blora AKBP Antonius Anang saat dikonfirmasi mengaku belum lihat langsung Keraton Djipang tersebut. Namun, dia akan memantau pergerakannya.

“Sampai saat ini saya belum melihat itu. Tapi nanti saya akan cek terlebih dahulu. Sampai saat ini tidak ada (pergerakan yang merugikan), aman,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Keraton Djipang ini berada di Desa Jipang, Kecamatan Cepu. Keraton ini sudah berdiri sejak tahun 2014 dan eksistensinya diketahui di sana.

Bahkan tahun 2016, sempat digelar kirab budaya di wilayah setempat. Kirab kala itu didukung oleh Pemerintah Kabupaten Blora.

Raja keraton Djipang, PRA Barik Barliyan Surowiyoto mengatakan, keberadaan kerajaan Djipang ini memiliki nilai historis dan merupakan aset sejarah serta budaya di lokasi setempat.

“Ini kembali muncul di permukaan karena sebagai upaya kami untuk tetap melestarikan sejarah dan budaya yang ada. Saya memang ada keturunan dari Adipati Jipang, Arya Penangsang,” terangnya.

Barik mengatakan keraton Djipang berbeda dengan Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo yang baru-baru ini keberadaannya meresahkan warga.

“Kami ada historikalnya, dulu memang sudah ada ini, sehingga jelas berbeda. Keberadaanya saat ini orientasinya untuk sektor pariwisata dan melestarikan sejarah dan budaya. Kalau yang di Purworejo itu orientasinya untuk penipuan, bahkan makar. Pun kami juga telah terdaftar di Forum silaturahmi keraton nusantara,” katanya. (Red)

Anda mungkin juga berminat