Bacakan Pleidoi, Romy Meminta Dibebaskan

251

JAKARTA (Garudanews.id) – Muhammad Romahurmuziy alias Romy meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta membaskan dirinya dari kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu diungkapkan Romy , saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) pribadinya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/1/2020).

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga memohon agar nama baiknya dipulihkan setelah terjerat kasus tersebut.

Pria yang akrab disebut Gus Romy itu membantah menerima suap dari Haris Hasanuddin selaku Kakanwil Kemenag Jatim dan Muhammad Muafaq Wirahadi selaku Kepala Kantor Kemenag Gresik senilai Rp 416,4 juta

“Terakhir, izinkan dengan segala kerendahan hati dan menimbang seluruh fakta persidangan, saya memohon Yang Mulia untuk membebaskan saya dari segala tuduhan, memulihkan seluruh martabat dan kehormatan saya, serta mengembalikan saya kepada anak dan istri saya yang sampai hari ini tetap saya larang untuk hadir di majelis ini,” ujar Romy

“Saya hanya bisa berdoa kepada Yang Maha Kuasa, kiranya Yang Mulia sebagai wakil-Nya, diberikan keyakinan yang sama dengan keyakinan saya atas seluruh fakta persidangan yang ada,” sambungnya.

Ia berharap melalui pleidoi setebal 50 halaman yang dibacakannya, dapat meyakinkan majelis hakim bahwa seluruh tuntutan jaksa KPK tak beralasan.

Tak hanya meminta untuk dibebaskan dari segala tuntutan, Romy turut meminta majelis hakim agar tidak mempertimbangkan permintaan jaksa KPK agar hak politiknya dicabut selama 5 tahun.

“Kalau yang dituju oleh penuntut umum adalah kedudukan saya selaku ketua umum yang dianggap membuat saya memiliki kewenangan mengintervensi Menag Lukman, saya katakan, undang-undang melarang anda mencampuri demokrasi internal setiap partai politik! Karenanya, Yang Mulia, saya menolak tuntutan ini,” ungkap Romy.

Meski tak setuju dengan seluruh tuntutan jaksa KPK, Romy mengakui masa tahanannya selama 10 bulan di Rutan KPK menjadi pelajaran paling berharga.

“Kurang lebih sepuluh bulan saya ditahan. Ini menjadi pelajaran hidup paling berharga dalam hidup saya. Yang paling menderita secara batin tentunya adalah anak dan istri saya,” ucap Romy. (Edr)

Anda mungkin juga berminat