Sumbawa Siap Jadi Pilot Project Penggunaan Kartu Tani

345

SUMBAWA (Garudanews.id) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa NTB mengklaim para petani di wilayahnya telah merasakan manfaat kartu tani.

Bahkan, kartu tani tersebut sudah dipergunakan oleh masyarakat petani di Sumbawa sejak 2018 lalu. Sumbawa juga sudah siap untuk menjadi pilot project program yang digulirkan Pemerintah Pusat tersebut.

Ditemui wartawan media ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Sirajuddin menegaskan dirinya sudah siap untuk menjadi pilot project untuk penggunaan kartu tani.

“Sejak 2018 lalu petani di Kabupaten Sumbawa sudah memiliki kartu sebanyak 1389 petani. Dan sisanya masih dalam proses,” ujar Sirajuddin, Rabu (29/1/2020).

Sirajuddin menjelaskan, kartu tani sangat bagus dan penting bagi petani. Dengan kartu tani tersebut, petani bisa mendapatkan program dari pemerintah.

“Ke depan setiap petani wajib memiliki kartu tani. Karena ini merupakan terobosan baru dari pemerintah. Sebab dari kartu tani kita bisa ketahui berapa kebutuhan pupuk untuk petani tersebut,” katanya.

Terkait quota pupuk untuk Kabupaten Sumbawa dari Pusat, Distan tegaskan tak Ada Kelangkaan Pupuk

Ketersediaan Pupuk Aman

Sirajuddin menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kelangkaan pupuk.

“Saat ini tidak ada kelangkaan pupuk. Karena Quota pupuk Sumbawa sudah memenuhi target,” ungkapnya kepada wartawan (29/1/2020).

Lanjutnya, Jika dilihat dari quota yang ada bahwa kabupaten sumbawa saat ini tidak akan ada kelangkaan pupuk.

” Misalnya urea saja 39,546 ton. Belum lagi ditambah dengan SP, NPK, ZA dan pupuk organik. Dan jika total semuanya untuk quota pupuk tahun ini mencapai 100 ribu ton. Artinya tidak ada kelangkaan pukuk lagi. Dan jika ada berarti itu kesalahannya ada di tingkat pengecer,” katanya.

Berdasarkan data dari Kabid PSP Dinas Pertanian Sumbawa bahwa quota pupuk adalah sebagai berikut :
Urea :39,546 ton
SP 36 2744 ton
ZA 8779 ton
NPK 34.116 ton
Organik 6901 ton

Seperti diketahui jika musim tanam dimulai petani di Kabupaten Sumbawa biasanya teriak atas kelangkaan pupuk. Namun, hingga saat ini belum ada. Mengingat angka tanam di Kabupaten Sumbawa saat ini masih berkisar 20 s/d 50 persen. Mengingat kecilnya curah hujan yang turun di Kabupaten Sumbawa. (hrm/hnn)

Anda mungkin juga berminat