Dugaan Pungli Di Kelurahan Margahayu, Ini Tanggapan Pemkot Bekasi

916

BEKASI, (Garudanews.id) – Dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum staff kelurahan Margahayu mendapat tanggapan dari pejabat Pemerintah Kota Bekasi. Kabag Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiyah memberikan klarifikasinya pada Selasa (14/01/2020).

“Camat Bekasi Timur telah memanggil Langsung lurah Marhagayu dan Aparatur yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut; termasuk telah dilakukan pembinaan kepegawaian terhadap Aparatur yang bersangkutan,” ujar Sajekti

Camat Bekasi Timur dikatakan Sajekti mengecam dan akan menindak tegas apabila ada Aparaturnya yang melakukan pungutan dengan nominal tertentu terhadap masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan.

“Perlu diketahui bahwa segala bentuk Pelayanan administrasi perizinan dan non perizinan di Kecamatan Bekasi Timur tidak pernah dipungut biaya adapun alias Gratis,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan kronologis proses pelayanan yang dimaksud terjadi pada hari Senin, 23 Desember 2019 pukul 14.00 WIB, saudara Hardi datang ke Kelurahan Margahayu bertemu dengan Samsul Rizal alias Boy Danton Kelurahan Margahayu.

“Setelah saudara Hardi bertemu dan menyampaikan tujuannya untuk membuat pernyataan waris yang akan digunakan untuk klaim Asuransi Jasa Raharja, Samsul Rijal alias Boy menyarankan saudara Hardi untuk bertemu dengan salah seorang staff Kelurahan Margahayu,”

Hardi kemudian dipertemukan dengan salah seorang staff kelurahan Margahayu untuk mengurus surat–surat yang dimaksud. Dalam waktu tidak terlalu lama sesuai seperti permintaan saudara Hardi untuk pembuatan pernyataan waris dan pengisian form klaim asuransi Jasa Raharja telah terlayani sesuai prosedur.

“Dalam hal ini Kelurahan Margahayu tidak pernah ada pengutan untuk pelayanan kependudukan. Namun yang bersangkutan saudara Hardi memberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah dibantu,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Margahayu Andi Widyo menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian tersebut.

“Maka dari ini kami Kelurahan Margahayu mengucapkan permohonan maaf dan sekaligus mengklarifikasi atas terjadinya kesalahpahaman dari pihak Kelurahan Margahayu dan kepada saudara Hardi,” kata Andi.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Rt 002/006 kelurahan Margahayu bernama Hardi ingin membuat surat keterangan kematian anaknya yang meninggal pada kecelakaan lalu lintas. Ia mengurus surat tersebut untuk keperluan klaim asuransi Jasa Raharja.

Sesampainya dikelurahan, ia bertemu dengan staff kelurahan Margahayu dan meminta dibuatkan surat tersebut. Namun Hardi terkejut ketika staff tersebut meminta biaya pembuatan surat keterangan kematian sebesar Rp 550.000 kepadanya.

“Karena diminta dan saya butuh untuk klaim asuransi, ya mau gak mau saya bayar,” terang Hardi, Senin (13/1).

Selain dugaan pungli suket tersebut, dugaan pungli lain juga terkait dengan perijinan ruangan gerakan ekonomi kerakyatan, saudara Muhaimin ijin ke Lurah Margahayu untuk memakai ruangan Karang Taruna yang berada di Kelurahan Margahayu. Lurah mengijinkan, akan tetapi Lurah Margahayu mengarahkan kepada saudara Muhaimin untuk tetap berkoordinasi dengan Ketua Karang Taruna Kelurahan Margahayu.

“Walaupun diruangan Karang Taruna sudah penuh untuk logistik paket sembako murah, Lurah Margahayu mengizinkan ruangan Kantor. Kelurahan tidak pernah meminta imbalan apapun,” ungkap Sajekti.

“Kebetulan yang pada saat itu ada staff kelurahan yang sedang melaksanakan kegiatan PAM Malam Natal, dan saudara Muahaimin berjanji memberikan sesuatu kepada salah satu staff Kelurahan untuk kebersihan dan keamanan,” pungkasnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat