Biadab, ABG 15 Tahun Disetubuhi Teman Orang Tuanya

399

BEKASI, (Garudanews.id) – Kasus pelecehan seksual di kota Bekasi mengalami peningkatan. Bukan hanya pelecehan, namun pergaulan anak remaja masa kini sudah mengarah kepada tindak asusila yang sebenarnya tidak pantas dilakukan. Bahkan, dalam kebanyakan kasus kejahatan seksual berasal dari orang terdekat korban sendiri. Seperti yang terjadi di kota Bekasi.

Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum kota Bekasi. Seorang pria diamankan polisi karena melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur di Kp. Pondok Benda, Kelurahan Jatirasa, Jatiasih, kota Bekasi pada Sabtu 11 Januari 2020 silam.

“Pelaku sudah melakukan hubungan dengan korban sebanyak lima kali dan antara pelaku dengan ayah korban merupakan teman dekat,” ujar Kapolres Metro Bekasi kota Kombes Pol. Wijonarko didampingi Kasat Reskrim AKBP Arman kepada media pada Kamis (20/02).

Korban berinisial N (15) diperdaya tersangka berinisial AHI (35) yang juga merupakan teman dari orang tua korban. Pelaku sendiri sudah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak 5 kali.

“Saat pelaku berkunjung ke rumah orang tua korban, lalu karena keadaan rumah sepi pelaku menyetubuhi korban. Pada saat melakukan perbuatan itu korban masih berusia 15 tahun pada tanggal 30 November 2019,” katanya.

Dalam melancarkan aksi bejatnya, pelaku yang berprofesi sebagai sopi ini mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang dan perhiasan yang diketahui ternyata palsu.

“Dalam aksinya, pelaku tidak melakukan kekerasan terhadap korban, melainkan dengan serangkaian bujuk rayu yaitu sebelumnya pelaku pernah memberikan cincin seharga 15 ribu serta kalung perak seharga 25 ribu pada desember 2019 serta januari 2020,” tambahnya.

Pelaku diketahui menjalin hubungan terlarang dengan korban dan sempat menanyakan kepada korban untuk menjadi istri keduanya. Pelaku sendiri sudah mempunyai istri dan anak perempuan yang masih bayi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi kota AKBP Arman berpesan kepada orang tua untuk memantau pergaulan anaknya dam bahkan dengan orang terdekatnya.

“Anak dibawah usia masih rentan baik secara fisik maupun mental, perlunya pengawasan dan edukasi oleh orang tua terhadap anak, ini yang penting untuk mencegah kejahatan atau kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan seksual, karena fakta yang sering kita dapat, pelakunya adalah orang terdekat korban,” ujar Kasat

Polisi menyita barang bukti berupa akta kelahiran korban, baju korban yang dipakai saat melakukan hubungan dengan tersangka serta perhiasan mainan milik korban yang diberikan oleh tersangka AHI.

Tersangka dikenakan pasal 81 ayat (2) junto 76D UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Tindak Pidana Persetubuhan Di Bawah Umur dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5(lima) tahun dan paling lama 15 ( lima belas) tahun atau denda paling banyak 5 miliar rupiah. (Mam)

Anda mungkin juga berminat