Cawagub dari PKS Yakin Tidak Ada Money Politik di Pilwagub DKI

193

JAKARTA (Garudanews.id) – Pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta dipastikan akan dilakukan secara tertutup. Kekhawatiran akan adanya money politik dalam pemilihan wagub pun menyeruak di tengah masyarakat.

Ditengah adanya kekhawatiran praktek money politik, cawagub PKS Nurmansyah Lubis meyakini hal itu tidak akan terjadi karena anggota DPRD DKI diyakininya akan menghindari praktek tersebut.

“Insya Allah tidak akan terjadi politik transaksional. Kita berharap temen-temen (anggota dewan) juga semua adalah orang-orang yang demokratis. Lagipula ada lembaga lembaga hukum yang mengawasi,” ujar mantan anggota DPRD DKI itu ditemui di kedai kopi miliknya di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2020).

Menurutnya, dengan pemilihan wagub dilakukan tertutup akan memudahkan dewan menyampaikan aspirasinya menentukan cawagub pilihannya.

Disamping itu, Bang Ancah biasa Nusmansyah Lubis disapa hampir setiap proses pemilihan kepala daerah dilakukan secara tertutup.

“Dewan sudah sepakat semua pada hasil Pansus periode lalu. Lagipula selama ini kalau pemilihan selalu dilakukan secara tertutup. Kebijakan terbuka atau tertutup aturannya juga sudah dievaluasi di departemen dalam negeri (Depdagri),” tambah Ancah.

Terkait dengan adanya usulan untuk cawagub dilakukan fit and propert rest. Politisi yang juga pernah mendirikan Jakarta Budget Watch (JBW) untuk mengawasi penggunaan APBD DKI bersama mantan anggota dewan lainya. Mempersilahkan pada dewan untuk melakukan fit and Profert Test tersebut.

“Saya kira dewan harus lebih mendalam mengetahui cawagubnya. Mungkin lewat fot and propert rest akan jelas. Dan saya yakin, itu akan menjadi nilai tambah untuk dewan menentukan pilihannya,” ucapnya.

Seperti diketahui, proses pemilihan calon Wagub DKI terus dikebut. DPRD DKI Jakarta telah mengesahkan tata tertib (tatib) pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI pada Rabu (19/2) kemarin. Tatib wagub itu sendiri masuk di dalam tatib anggota Dewan Legislatif Kebon Sirih periode 2019-2024. (hnn)

Anda mungkin juga berminat