Hebat, Indonesia Bakal Miliki Bandara Antariksa

182

JAKARTA (Garudanews.id) – Indonesia bakal memiliki bandara antariksa sendiri yang rencananya akan dibangun di Pulau Biak Utara, Papua.  Ada dua bandara yang akan dibangun, pertama bandara antariksa skala kecil dan bandara antariksa skala Internasional. Nantinya, bandara antariksa skala kecil digunakan untuk uji coba roket-roket kecil, sedangkan skala Internasional untuk uji coba roket yang lebih besar.

“Kami sekarang sedang memprioritaskan LAPAN untuk bisa merealisasikan bandara antariksa internasional. Yang rencananya saat ini ada di Pulau Biak,” ujar Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, dalam acara peresmian laboratorium Anechoic Chamber di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Bogor, baru-baru ini

Saat ini kementerian bersama LAPAN sedang fokus dalam pembangunan bandara antariksa skala kecil terlebih dahulu. Sementara untuk skala Internasional mereka sedang berusaha mencari investor yang mau bekerja sama dalam pembangunan ini.

“Kita harapkan LAPAN nantinya dengan dukungan kami yang ada di kementerian bisa menggandeng investor internasional dalam bentuk konsorsium, sehingga bandaranya nanti tidak hanya bandara Indonesia, tapi bandara Internasional,” ujarnya.

Bambang menyebut, sekarang sudah ada beberapa investor luar negeri yang berminat untuk ikut dalam pembangunan bandara antariksa di Biak. Salah satunya adalah India.

“Tentunya sekarang ini kita sedang melakukan kontak dengan beberapa investor potensial. Dalam anggarannya, kita tidak akan menggunakan dana APBN yang tidak terlalu banyak. Bahkan kita akan mendorong banyak investor yang berminat, jadi tidak bergantung pada APBN,” papar Bambang.

Menurutnya, dari aspek bisnis, produksi satelit di dunia saat ini semakin meningkat, sedangkan penyediaan bandara antariksa untuk mendapatkan roket satelit semakin terbatas.

Oleh karena itu, rencana pembangunan bandara antariksa di Biak membuka peluang bagi Indonesia untuk menyediakan lokasi peluncuran roket satelit luar negeri.

“Inilah yang mau kita dorong supaya LAPAN bisa mengundang investor mengembangkan bandara antariksa. Sehingga suatu saat di masa depan, kita bisa melihat satelit komunikasi Indonesia yang dibuat LAPAN diluncurkan dari bandara antariksa internasional yang ada di Indonesia, dan dibawa oleh roket yang juga dibuat oleh LAPAN,” pungkas Bambang. (Kpr/Red)

Anda mungkin juga berminat