LAMI Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Pembangunan Dermaga Ba’a

751

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan fasilitas dermaga Ba’a, di Kabupaten Rote Ndao yang menelan anggaran puluhan miliar.

LAMI melihat ada kejanggalan dalam proses pengerjaan proyek yang dibiayai dari anggaran negera tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan tersebut sebenarnya belum rampung seratus persen. Bahkan sudah ada serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO), akan tetapi pencairan anggaran sudah hampir 100 persen.

“Terlebih, berdasarkan informasi dari warga setempat ada beberapa titik bangunan fasilitas dermaga itu sudah rusak. Oleh karenanya, pihak PPK harus ikut bertanggungjawab terkait dengan pekerjaan proyek yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara tersebut,” ujar Ketua Umum LAMI Jonly Nahampun kepad garudanews.id, Jumat (7/2/2020).

Untuk itu, terkait dengan persoalan tersebut, Jonly mengungkapkan, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Dirjen Kementerian Perhubungan Laut dan Komisi IV DPR RI guna membahas persoalan tersebut.

“Karena, bila kasus ini dibiarkan akan menjadi opini publik. Untuk itu biar ada titik terangnya apakah pembanguna fasilitas dermaga di Ba’a ada potensi kerugian negara atau tidak, pihak –pihak terkait harus ikut berperan dalam melakukan pengawasan,” tandas Jonly.

Menanggapi adanya persoalan dermaga di Ba’a, Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Leonardus Ndolu mengklaim bahwa semua proyek pekerjaan dermaga pelabuan Ba’a sudah selesai.

“Sipa bilang pekerjaan tidak di PHO. Pekerjaan kan sudah selesai, hanya tinggal operasional saja. Jadi tidak usah tanya-tanya PHO,”  kata Leo sapaan akrab Leonardus Ndolu.

Bahkan Leo balik tanya pada wartawan, siapa yang memerintahkan untuk menulis terkait dengan pemberitaan pembangunan proyek dermaga dan fasilitas pelabuhan Ba’a.

“Orang – orang yang suka memberikan info bahwa pekerjaan itu tidak benar itu mereka bayar uang berapa, sehingga main tanya-tanya pekerjaan di dermaga Ba’a terus. Saya tidak takut karena pekerjaan sudah di PHO semua,” jelas Leo Ndolu.

Terpisah,  Eli Solsepa Ketua Tim PHO menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan proyek dermaga Ba’a yang telah di PHO. Bahkan, ia menyerankan agar wartawan menanyakan langsung kepada pihak PPK.

“Saya tidak tau menahu itu pekerjaan proyek dermaga Ba’a. Karena Saya tidak pernah menerima SK sebagai Ketua Tim PHO. Dan saya nyatakan  soal pekerjaan proyek dermaga Ba’a sampai dengan bulan Februari ini saya belum pernah menerima SK  sebagai ketua tim PHO,” ujar Eli.

Menurut dia, bila dirinya telah menerima SK, maka ia memastikan telah melakukan PHO proyek pembangunan dermaga Ba’a. “Tapi nyatanya saya tidak pernah menerima SK tersebut,” tandasnya. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat