Marak Aksi Tawuran Di Kota Bekasi, Peran Aktif Orang Tua Dan Pemkot Diharapkan

405

BEKASI, (Garudanews.id) – Kenakalan remaja di kota Bekasi kembali terjadi. 4 remaja diamankan warga ketika melakukan aksi tawuran Jl. H. Dehir Rt. 007/02 Kel. Jatiluhur Kec. Jatiasih Kota Bekasi, Rabu (12/2/20) pukul 05.00 Wib.

“Pada 00.05 Wib Bhabinkamtibmas Kel. Jatiluhur ditelepon oleh warga bahwa adanya Tawuran di Jl Sirojul Munir Rt. 002/06 Jatiluhur Jatiasih Kota Bekasi, lalu Bhabinkamtibmas merespon laporan tersebut dan di TKP telah diamankan empat remaja oleh warga yang diduga tawuran berikut barang buktinya berupa sajam clurit buatan dari plat seng,” ungkap Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi kota Kompol. Erna Ruswing Andari pada Rabu (12/02).

Aksi tawuran tersebut meresahkan warga sekitar yang akhirnya berinisiatif membubarkan tawuran tersebut. Dikatakan Erna, para remaja tersebut ditangkap warga setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan lawannya.

Para remaja yang tertangkap berinisial SRS (18), BAP (19), F (15) dan MR (18). Barang bukti senjata tajam yang diduga menjadi alat tawuran juga berhasil disita petugas.

Mereka dibawa ke Polsek Jatiasih untuk didata dan diberi pembinaan oleh tim Reskrim Polsek Jatiasih. Selain itu, orang tua mereka dipanggil untuk memberikan surat keterangan.

“Setelah berkoordinasi dengan unit Serse yang akhirnya mengambil keputusan untuk memanggil masing-masing orang tuanya, setelah hadir semua dari masing-masing orang tuanya dan berdiskusi, setelah itu disepakati bahwa untuk keempat remaja tersebut sementara diamankan di Mapolsek Jatiasih hingga esok pagi sesuai dengan kesepakatan antara Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Orang Tua dan Unit Serse dengan membawa materai 6000 dan KK,” tandasny.

Penangkapan remaja dengan aksi tawuran tentu sangat memprihatinkan. Terlebih, belum lama ini Polsek Bekasi kota juga mengamankan 8 orang remaja yang diduga hendak melakukan tawuran dan menyita senjata tajam.

Perhatian pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perlindungan Anak harus aktif turun tangan melakukan berbagai sosialisasi dan pembinaan. Aksi tawuran semacam ini kerap dilakukan jelang pagi atau dinihari, maka peran orang tua dalam mengawasi anaknya juga aktif dilakukan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat