MUI Dukung Kemenag Agar Dai Bersertifikat

168

JAKARTA (Garudanews.id) Menteri Agama Fachrul Razi berencana membuat program mubalig atau pendakwah bersertifikat. Sifatnya terbuka, siapa pun boleh ikut boleh tidak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung rencana Menag tersebut. Waketum MUI Zainut Tauhid mengatakan program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendakwah.

“(Kami) mendukung Kemenag menyelenggarakan dai bersertifikat karena itu untuk meningkatkan kompetensi dai agar para dai berkompetensi dalam tugas sampaikan pesan-pesan Islam yang damai pesan rahmatan lil alamin,” kata Zainut, sebagaimana dilansir dari kumparan, Rabu (19/2/2020)

Program tersebut juga kata Zainut berfungsi untuk mencegah ceramah-ceramah yang mengandung unsur hoaks dan ujaran kebencian yang memecah belah umat.

“(Program berfungsi) untuk menjauhkan diri dari hoaks, ujaran kebencian untuk menebarkan perdamaian dan ukhuwah persaudaraan,” jelas Zainut.

Zainut mengatakan, MUI sebenarnya sudah lebih dulu menerapkan program dai atau pendakwah bersertifikat. Program tersebut terbuka bagi siapa pun dan bersifat tak mengikat.

Dengan kata lain, para pendakwah secara pribadi bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.

“Memang dai bersertifikat itu sifatnya tidak mengikat, tidak menjadi keharusan. MUI juga mendukung itu bahwa masyarakat atau para mubalig bebas untuk memanfaatkan kesempatan itu,” kata Zainut.

“Boleh ikut boleh tidak. Tidak ada keharusan,” jelas dia.

Terkait program pendakwah bersertifikat, Menag Fachrul Razi sebelumnya mengatakan, saat ini Kemenag masih mematangkan detailnya.

Kemenag juga tengah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam soal realisasi program.

“Kami punya program ceramah bersertifikat bagi yang mau. Dan ini memang sudah dikhususkan dalam rapat kabinet yang lalu di bawah pimpinan Bapak Wapres (Ma’ruf Amin),” ujar Fachrul Razi di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

“Memang belum sempat dilaksanakan karena kami masih menyusun betul tentang detailnya dan kami mengundang ormas Islam untuk bersama-sama mematangkan masalah ini. Mudah-mudahan saya kira paling enggak dalam berapa bulan ke depan ini sudah dilaksanakan,” tuturnya.

Fachrul Razi menegaskan hal tersebut bukan berarti para mubalig wajib mengikuti program mubalig bersertifikat.”Saya garis bawahi bagi yang mau, bagi yang enggak, ya, enggak apa-apa,” kata Fachrul. (Red)

 

Anda mungkin juga berminat