Oknum Guru Pelaku Kekerasan SMAN 12 Kota Bekasi Terancam Dimutasi

263

BEKASI, (Garudanews.id) – Video aksi kekerasan yang dilakukan oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi viral di media sosial beberapa waktu yang lalu, baru mendapat perhatian Pemerintah Kota Bekasi. Kasus yang mencoreng dunia pendidikan tersebut akan diteruskan kepada Pemprov Jawa Barat terkait tindakan kepada sang guru yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengaku pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan telah mengajukan surat permohonan mutasi bagi oknum guru kepada Gubernur Jawa Barat.

“Kami telah membuat surat ke Gubernur Jabar mengusulkan guru tersebut agar di mutasi ke daerah lain demi menjaga kondusipitas bagi guru yg bersangkutan dan juga siswa,” tegas Inayatullah.

Disdik Kota Bekasi,dalam hal ini memang tidak mempunyai kewenangan langsung terhadap yang bersangkutan . Namun ia menegaskan pihaknya tetap berupaya memberikan kenyamanan kepada para siswa, utamanya dengan mengajukan mutasi.

“Kewenangan SMA/SMK memang ranahnya provinsi. Namun karena insiden tersebut berada di wilayah Kota  Bekasi , mempunyai tanggung jawab moral utk ikut membantu ikut membantu,  karena menyangkut anak-anak didik yang ada di Kota Bekasi,” jelasnya.

Menurut Inay, tindakan IM kepada siswanya sangat tidak pantas, mengingat tugas dari seorang guru ialah mendidik dan menjadi pengayom bagi anak didiknya.

“Saat hari kejadian (IM) dan Kepsek kita panggil. Saya minta kepada beliau untuk meminta maaf kepada siswa-siswa dan orangtua murid supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Karena jelas memang dia sudah mengakui kesalahannya,” jelas Inayatullah.

Ia sangat berharap kejadian tersebut menjadi insiden terakhir di dunia pendidikan.

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua, kedepan harus dibarengi juga pembinaan. Supaya ini jadi yang terakhir, jangan ada lagi tindakan kekerasan di dunia pendidikan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa oknum guru melakukan pemukulan kepada siswanya karena terlambat. Ratusan Siswa terlambat lantaran diduga harus memutar jalan dari tempat parkir yang berada di belakang sekolah menuju pintu depan gerbang sekolah.

Pemukulan tersebut dilakukan di lapangan sekolah dan disaksikan oleh ratusan murid lainnya. Sebuah contoh yang tidak terpuji dari seorang tenaga pendidik yang terjadi pada Selasa 11 Februari 2020 lalu.

Diketahui sebelumnya, empat (4) dari lima (5) orang tua korban pemukulan memaafkan pelaku, namun ada satu orang tua siswa yang saat itu mengaku kesal dan akan menempuh jalur hukum. Mediasi yang digelar pihak sekolah saat itu menghasilkan beberapa kesepakatan dengan orang tua siswa dan dituangkan dalam surat pernyataan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat